Ereksi Hilang Saat Akan Penetrasi, Dokter Ungkap Peran Stres

- Sabtu, 04 Juli 2026 | 01:40 WIB
Ereksi Hilang Saat Akan Penetrasi, Dokter Ungkap Peran Stres

Ereksi yang menurun saat hendak berhubungan seksual tidak selalu berasal dari gangguan fisik. Dalam banyak kasus, justru stres dan tekanan psikologis yang menjadi biang keladinya, terutama pada pria muda.

Dokter spesialis andrologi dan ahli reproduksi pria, dr Jefry Tribowo, mengungkapkan bahwa tekanan pekerjaan, masalah rumah tangga, hingga persoalan dengan pasangan dapat mengganggu kemampuan ereksi. "Pada pria-pria muda saya sering nemuin ya, mereka itu mulai dari stres kerjaan, kemudian juga stres masalah hubungan, dan keluarga, itu akhirnya yang dapat mengganggu fungsi seksualnya," katanya.

Gejala gangguan ereksi akibat stres memiliki ciri khas. Pria tetap bisa ereksi saat bangun tidur atau masturbasi, namun ereksi mendadak hilang saat akan melakukan penetrasi. "Bahkan mereka gejalanya cukup khas ya, yaitu adalah awalnya ereksinya ini bagus. Masturbasi juga lancar-lancar aja. Ereksi pagi juga keras, tetapi ketika penisnya mau masuk ke kelamin istrinya alias vagina, tiba-tiba aja eh udah kempes," ujar dr Jefry.

Ia mencontohkan seorang pasien yang setelah ditelusuri, penyebab utamanya bukan gangguan organ reproduksi, melainkan rasa cemas berlebihan saat akan berhubungan intim. Pasien itu terus memikirkan apakah ereksinya mampu bertahan hingga hubungan seksual selesai. Kekhawatiran tersebut justru membuat ereksi menghilang. "Ketika saya tanya apa yang mengakibatkan kekempesan tersebut, dia cerita, 'Ketika saya gesek-gesekan Dok, yang dipikiran saya nih adalah aduh, ini bisa enggak ya ereksinya bertahan? Jangan-jangan nanti ada masalah.' Karena dia udah kepikiran tersebut, overthinking, dan stres, akhirnya ini yang justru akan men-shutdown fungsi ereksi penisnya," jelas dr Jefry.

Kondisi ini dikenal sebagai gangguan ereksi yang dipengaruhi faktor psikologis. Saat seseorang terlalu cemas atau tertekan, tubuh lebih sulit memberikan respons seksual secara optimal meski secara fisik tidak bermasalah. Karena itu, dr Jefry mengingatkan agar pria tidak membawa beban pikiran ke dalam hubungan intim. Suasana yang nyaman dan rileks menjadi faktor penting untuk menjaga kualitas ereksi. "Ketika kita berhubungan seksual nyaman, tenang, dan let it flow aja, justru ereksi penis kita akan sangat bekerja dengan optimal. Makanya sangat penting ya kita mengelola stres. Tentu yang namanya hidup ini pasti ada permasalahan. Cuman saran saya ya, jangan sampai masalah ini dibawa saat berhubungan seksual di ranjang," ujarnya.

Selain mengelola stres, komunikasi yang baik dengan pasangan juga dapat mengurangi tekanan saat berhubungan seksual. Jika keluhan ereksi terus berulang atau berlangsung lama, pria disarankan berkonsultasi dengan dokter spesialis andrologi untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags