Mengenal Lebih Dekat Biografi Nabi Muhammad SAW di Bulan Maulid

- Rabu, 19 Agustus 2026 | 05:30 WIB
Mengenal Lebih Dekat Biografi Nabi Muhammad SAW di Bulan Maulid

Bulan Rabiul Awal 1448 Hijriah yang bertepatan dengan 14 Agustus 2026 merupakan bulan Maulid, bulan kelahiran Baginda Nabi Muhammad SAW. Momen ini menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk mendalami perjalanan hidup Rasulullah, dari nasab, keluarga, hingga peristiwa-peristiwa penting yang membentuk dakwahnya.

Semakin mengenal sosok Nabi, diharapkan kecintaan kita semakin bertambah. Berikut biografi Nabi Muhammad SAW yang dirangkum oleh Ustaz Ridwan Shahdu, Pengasuh Ponpes Tahfidz Al-Qur'an Yatim dan Dhuafa, Ridwanul Muawwanah Sukabumi.

Nasab dan Kelahiran

Nabi Muhammad SAW lahir pada Senin, 12 Rabiul Awal tahun Gajah, bertepatan dengan 20 April 571 Masehi. Beliau lahir di rumah Abu Thalib, Makkah Al-Mukarramah. Ayahnya bernama Abdullah bin Abdul Muththalib, sementara ibunya adalah Aminah binti Wahab. Nasab beliau bersambung hingga Nabi Ismail AS dan Nabi Ibrahim AS.

Pengasuh pertama beliau adalah Barakah Al-Habsyiyyah yang digelar Ummu Aiman, hamba perempuan ayahnya. Adapun ibu susu pertama adalah Tsuwaibah, hamba perempuan Abu Lahab, dan ibu susu kedua adalah Halimah binti Abu Zuaib As-Sa'diah yang lebih dikenal dengan Halimah As-Sa'diah.

Peristiwa Penting dalam Kehidupan Nabi

Di usia 5 tahun, terjadi peristiwa pembelahan dada Rasulullah oleh dua malaikat. Beliau yang suci tanpa cela dibelah dadanya untuk menambah kesucian hatinya. Pada usia 6 tahun, ibunya, Aminah, wafat di Al-Abwa', sebuah kampung antara Makkah dan Madinah. Setelah itu, beliau diasuh oleh Ummu Aiman dan dibiayai oleh kakeknya, Abdul Muththalib.

Usia 8 tahun, sang kakek wafat, dan beliau diasuh oleh pamannya, Abu Thalib. Di usia 9 tahun (atau 12 tahun menurut sebagian riwayat), beliau ikut pamannya berdagang ke Syam. Di kota Busra, seorang pendeta Nasrani bernama Bahira melihat tanda-tanda kenabian pada diri Muhammad SAW.

Pada usia 20 tahun, beliau terlibat dalam perang Fijar, meski hanya bertugas mengumpulkan anak panah. Beliau juga menyaksikan perjanjian Al-Fudhul, sebuah perjanjian damai untuk membela orang-orang yang terzalimi di Makkah.

Usia 25 tahun, beliau berdagang ke Syam untuk kedua kalinya dengan membawa barang dagangan milik Khadijah binti Khuwailid. Perjalanan itu ditemani Maisarah, utusan Khadijah. Sekembalinya, beliau meminang Khadijah yang saat itu berusia 40 tahun dengan maskawin 500 dirham.

Di usia 30 tahun, terjadi banjir besar yang meruntuhkan dinding Kakbah. Saat pembangunan kembali, beliau diberi kehormatan untuk meletakkan Hajar Aswad, meredakan perselisihan di antara kabilah-kabilah Quraisy.

Pada usia 40 tahun, beliau menerima wahyu pertama di gua Hira', menandai pengangkatannya sebagai Nabi dan Rasul akhir zaman. Usia 53 tahun, beliau hijrah ke Madinah ditemani Abu Bakar As-Siddiq, tiba pada 12 Rabiul Awal bertepatan dengan 24 September 622 Masehi. Beliau wafat pada usia 63 tahun di Madinah, hari Senin, 12 Rabiul Awal tahun 11 Hijriah (8 Juni 632 Masehi), di tanggal yang sama dengan kelahirannya.

Keluarga dan Keturunan

Rasulullah memiliki sebelas istri, antara lain Khadijah binti Khuwailid, Aisyah binti Abu Bakar, Hafsah binti Umar, Ummu Habibah binti Abu Sufyan, dan Maimunah binti Harith. Dari mereka, beliau dikaruniai tujuh anak: Qasim, Abdullah, Ibrahim, Zainab, Ruqaiyah, Ummu Kalthum, dan Fatimah Az-Zahra'. Beliau juga memiliki anak tiri, Halah bin Hind, putra Khadijah dari pernikahan sebelumnya.

Adapun saudara-saudara sepersusuan beliau antara lain Hamzah, Abu Sufyan bin Harith, dan Syaima' binti Harith. Sementara itu, bapak dan ibu saudara beliau (anak-anak Abdul Muththalib) berjumlah 17 orang, termasuk Hamzah, Abbas, Abu Thalib, dan Abu Lahab.

Perjalanan Hidup yang Menjadi Teladan

Sepanjang hidupnya, Nabi Muhammad SAW dikenal sebagai pribadi yang agung. Para sahabat menggambarkan ketampanan dan keindahan akhlaknya. Mereka berkata, "Aku belum pernah melihat lelaki yang segagah Rasulullah SAW," dan "Rasulullah umpama matahari yang bersinar." Wajahnya bercahaya seperti bulan purnama, tubuhnya tidak tinggi tidak pendek, dan kulitnya putih kemerahan.

Rasulullah bersabda, "Siapa yang menghidupkan sunnahku, maka sesungguhnya dia telah mencintaiku. Dan siapa yang mencintaiku niscaya dia bersamaku di dalam surga" (HR Al-Sajary dari Anas).

Nabi Muhammad SAW adalah manusia yang bukan seperti manusia biasa. Beliau adalah sosok agung yang sempurna dan sebaik-baik teladan sepanjang zaman.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags