Keputusan Bank Indonesia (BI) yang secara mengejutkan menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin (bps) pada Rabu (20/5/2026) langsung mendorong penguatan saham-saham bank berkapitalisasi besar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Langkah yang lebih agresif dari ekspektasi pasar ini menjadi katalis positif bagi sektor perbankan, setidaknya dalam jangka pendek.
Berdasarkan data BEI hingga pukul 14.43 WIB, saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) tercatat naik 2,66 persen ke level Rp4.240 per saham. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) menguat 1,05 persen menjadi Rp3.850, sementara PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) terapresiasi 0,99 persen. Di sisi lain, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) juga turut menghijau dengan kenaikan 0,42 persen.
Kenaikan suku bunga acuan ini merupakan yang pertama kalinya dalam dua tahun terakhir. BI menaikkan BI-Rate sebesar 50 bps menjadi 5,25 persen, melampaui perkiraan mayoritas ekonom. Dari 29 ekonom yang disurvei Reuters, sebanyak 16 orang memperkirakan kenaikan hanya sebesar 25 bps, sementara sisanya memprediksi BI akan mempertahankan suku bunga. Survei terpisah dari The Wall Street Journal juga menunjukkan lima dari sembilan ekonom sebelumnya memperkirakan bank sentral tidak akan mengubah suku bunga.
Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan bahwa keputusan ini diambil sebagai langkah lanjutan untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tingginya gejolak global akibat konflik di Timur Tengah. “Hasil RDG 19-20 Mei 2026 memutuskan untuk menaikkan BI Rate sebesar 50 basis poin menjadi 5,25 persen,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Perry menambahkan bahwa kebijakan ini juga bersifat pre-emptive untuk menjaga inflasi pada 2026 dan 2027 tetap berada dalam kisaran sasaran 2,5 persen plus minus 1 persen yang ditetapkan pemerintah. “Keputusan ini sejalan dengan fokus kebijakan moneter pada 2026 pada stabilitas atau pro stability untuk memperkuat ketahanan eksternal ekonomi Indonesia dari dampak global,” katanya.
Selain menaikkan BI-Rate, BI juga menaikkan suku bunga Deposit Facility sebesar 50 bps menjadi 4,25 persen dan suku bunga Lending Facility sebesar 50 bps ke level 6 persen. Meski penguatan saham perbankan terjadi dalam jangka pendek karena sentimen margin dan stabilitas, efek terhadap laba perusahaan tetap bergantung pada kecepatan repricing kredit, biaya dana, dan pertumbuhan pinjaman.
Artikel Terkait
Prabowo Perintahkan Kabinet Rumuskan Harga Komoditas Strategis Nasional, Tak Lagi Tergantung Pasar Asing
Danantara Komitmen Jadikan Bursa Saham sebagai Arena Utama Investasi Negara
PTPP Kantongi Kontrak Baru Rp24,95 Triliun Sepanjang 2025, RUPST Sahkan Susunan Pengurus Baru
Gojek Patuhi Aturan Baru, Siapkan Empat Langkah Dukung Bagi Hasil 92 Persen untuk Pengemudi