Karier Zudan Arif Fakrulloh sebagai birokrat tercatat gemilang. Saat ini, ia menjabat sebagai Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) sekaligus Ketua Umum Dewan Pengurus KORPRI Nasional periode 2022–2027. Di kalangan wartawan, pria ramah yang akrab disapa Prof Zudan ini dikenal sebagai sosok birokrat yang juga akademisi.
Lahir di Sleman 57 tahun silam, Zudan menapaki jenjang karier birokrasi dari posisi paling bawah. Namanya mulai bersinar saat dipercaya menjabat Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dirjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri. Di bawah kepemimpinannya, Ditjen Dukcapil melahirkan beragam inovasi, terutama di bidang digitalisasi dokumen kependudukan. Ia juga aktif memanfaatkan media sosial untuk mensosialisasikan kebijakan, sehingga namanya kian populer di kalangan masyarakat.
Sebagai Guru Besar, Zudan pernah menjabat Ketua Program Doktor Ilmu Hukum Universitas Borobudur pada 2011–2016. Kisah suksesnya menjadi inspirasi bagi kaum muda yang tengah berjuang meraih masa depan. Hal itu pula yang mendorongnya untuk berbagi motivasi kepada para peserta program Magang Nasional yang ditempatkan di kantor BKN sejak November 2025 lalu.
Program magang yang berlangsung selama enam bulan itu telah resmi berakhir. Dalam acara pelepasan yang digelar di Aula Kantor BKN Pusat, Kamis (21/5), Zudan menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada seluruh peserta. Ia berpesan agar mereka tetap menjaga silaturahmi dan menjadikan BKN sebagai almamater kedua setelah kampus.
Dalam sambutannya, Zudan menekankan bahwa kesuksesan merupakan perjalanan panjang yang tidak bisa diukur hanya dari satu kegagalan.
“Kita tidak tahu keberhasilan itu datang di huruf mana. Bisa jadi keberhasilan justru datang di tahap akhir setelah berkali-kali gagal,” ungkapnya.
Ia pun membagikan pengalaman pribadinya yang pernah berkali-kali gagal dalam seleksi pekerjaan sebelum akhirnya memperoleh kesempatan yang tepat. Pengalaman itu, menurutnya, menjadi pelajaran penting agar generasi muda tidak mudah menyerah.
Selain membahas makna kesuksesan, Kepala BKN juga memaparkan tiga kunci utama keberhasilan dalam dunia kerja dan kehidupan, yaitu komunikasi, inisiatif, dan karakter. Ia menjelaskan bahwa komunikasi tidak hanya berbentuk kata-kata, tetapi juga tercermin dari sikap, gestur, dan karya yang dihasilkan seseorang. Sikap ramah, sopan, serta kemampuan menghargai orang lain dinilai sebagai bentuk komunikasi yang baik.
Sementara itu, inisiatif disebut sebagai kemampuan penting dalam membangun lingkungan kerja yang positif. Menurut Zudan, kepedulian terhadap hal-hal kecil, seperti menjaga kebersihan dan membantu tanpa menunggu perintah, menjadi cerminan pribadi yang bertanggung jawab. Adapun karakter, lanjutnya, merupakan faktor yang lebih penting dibandingkan kecerdasan semata. Ia menekankan pentingnya membangun karakter yang jujur, disiplin, rajin, serta rendah hati.
Menutup sambutannya, Zudan mengajak seluruh peserta untuk senantiasa bersyukur, menghormati orang tua, dan memperbanyak doa. Ia juga mengingatkan pentingnya membiasakan tiga kata sederhana dalam kehidupan sehari-hari, yakni “tolong”, “maaf”, dan “terima kasih”. Menurutnya, kebiasaan menghargai orang lain dan bersikap penuh syukur akan membawa dampak positif dalam kehidupan sosial maupun perjalanan karier seseorang.
Kegiatan pelepasan peserta MagangHub ditutup dengan doa bersama dan harapan agar seluruh peserta dapat terus melangkah menuju kesuksesan serta membawa nama baik BKN di masa mendatang.
Artikel Terkait
Polres Serang Bekuk Komplotan Pencuri Motor yang Incar Hajatan, Mantan Biduan Jadi Informan
Dinkes Madiun Pantau Kualitas Udara dalam Rumah Warga untuk Cegah Gangguan Pernapasan
Trump Batal Serang Iran di Tengah Desakan Netanyahu, Ketegangan AS-Israel Meningkat
Komisi I DPR Desak Pemerintah Beri Pendampingan Psikologis bagi 9 WNI Korban Kekerasan Aparat Israel