Trump Batal Serang Iran di Tengah Desakan Netanyahu, Ketegangan AS-Israel Meningkat

- Sabtu, 23 Mei 2026 | 06:30 WIB
Trump Batal Serang Iran di Tengah Desakan Netanyahu, Ketegangan AS-Israel Meningkat

Hubungan antara Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dilaporkan tengah memanas akibat perbedaan pandangan dalam menangani konflik dengan Iran. Ketegangan ini mencapai puncaknya setelah kedua pemimpin melakukan percakapan telepon yang berlangsung penuh tekanan pada Selasa (19/5).

Dalam pembicaraan tersebut, keduanya membahas strategi perang melawan Iran yang hingga kini masih berlangsung. Sumber dari media-media Amerika Serikat, seperti dikutip oleh TRT World pada Jumat (22/5/2026), menyebut bahwa Netanyahu mendesak agar serangan terhadap Iran segera ditingkatkan. Di sisi lain, Trump bersikukuh bahwa jalur diplomasi dan kesepakatan damai masih bisa ditempuh.

Perbedaan sikap ini menandai keretakan langka di antara dua sekutu lama yang selama ini dikenal memiliki hubungan erat. Netanyahu, yang dikenal sebagai tokoh garis keras terhadap Iran, mendorong eskalasi militer sebagai respons atas ancaman yang terus berkembang. Namun, Trump justru mengambil langkah yang berlawanan dengan menahan diri dari aksi ofensif.

Percakapan telepon yang tegang pada Selasa itu bukanlah yang pertama. Beberapa hari sebelumnya, pada Minggu (17/5), Trump telah memberi tahu Netanyahu bahwa dirinya tengah bersiap melancarkan serangan terbaru terhadap Iran. Namun, rencana itu tiba-tiba dibatalkan oleh Trump pada hari yang sama dengan jadwal serangan, Selasa (19/5) waktu setempat.

Sebagai alasan pembatalan, Trump menyebut permintaan dari sejumlah pemimpin negara sekutu utama AS di kawasan Teluk, termasuk Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab. Negara-negara tersebut dikabarkan mendesak agar AS tidak memperluas konflik yang dapat mengancam stabilitas kawasan.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar