Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul memastikan pasokan air bersih di wilayahnya masih dalam kondisi aman meskipun saat ini tengah memasuki masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau. Hingga kini, belum ada satu pun permintaan penyaluran air bersih yang masuk dari masyarakat.
Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, dan Peralatan BPBD Bantul, Antoni Hutagaol, menyatakan bahwa situasi tersebut masih terkendali. “Sampai saat ini belum ada (permintaan), masih aman sepertinya,” ujarnya, Jumat, 22 Mei 2026.
Menurut Antoni, sebagian daerah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sudah mulai memasuki musim kemarau. Namun, beberapa wilayah lainnya masih mengalami hujan, sehingga kondisi belum sepenuhnya kering.
Meski demikian, pihaknya memperkirakan lonjakan permintaan bantuan air bersih akan mulai terjadi pada Juni dan Juli mendatang. Prediksi ini didasarkan pada pola kejadian serupa pada tahun-tahun sebelumnya. “Mulai Juni itu sudah mulai untuk waspada,” kata Antoni.
Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), fenomena El Nino diperkirakan akan terjadi pada periode Juni hingga September tahun ini. Menghadapi hal tersebut, BPBD Bantul meningkatkan kesiagaan di rentang waktu tersebut.
Antoni menjelaskan, masyarakat yang membutuhkan bantuan air bersih dapat mengajukan permohonan terlebih dahulu melalui kalurahan masing-masing. Setelah itu, pihak kelurahan akan menyampaikan surat resmi ke BPBD Bantul, yang kemudian akan ditindaklanjuti dengan pengecekan langsung ke lapangan. “Kadang-kadang kalau memang kondisinya mendesak sekali kami melakukan pendataan sambil membawa air juga,” ungkapnya.
Untuk mendukung penanganan kekeringan tahun ini, BPBD Bantul telah menganggarkan dana sebesar Rp20 juta, yang setara dengan pengadaan 400 tangki air bersih. Apabila kebutuhan di lapangan melebihi anggaran tersebut, pihaknya akan menambah alokasi dari pos belanja tak terduga serta berkoordinasi dengan instansi terkait.
“Karena nanti kan di lapangan bukan cuma BPBD, kami juga dibantu oleh Tagana, Dinas Sosial, Palang Merah Indonesia (PMI) maupun juga dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH),” ujar Antoni.
Sebagai langkah antisipasi, BPBD Kabupaten Bantul telah menyebarkan Surat Edaran Bupati mengenai pelaksanaan simulasi dan kesiapsiagaan menghadapi dampak El Nino. Langkah ini diambil untuk membangun kesadaran dan kesiapan sejak tingkat individu.
Artikel Terkait
DPR Ingatkan Risiko Kebijakan Ekspor Satu Pintu BUMN: Bisa Jadi Ajang Rente Jika Tanpa Integritas dan Transparansi
Listrik Padam Total di Pusat Kota Medan, Lalu Lintas Lumpuh dan Warga Terpaksa Bergelap
Kreator Yogyakarta Ciptakan Standar Baru Siaran Langsung TikTok dengan Efek Visual dan Sistem VJ, Raup 14.000 Penonton Serentak
Presiden Prabowo Bentuk Satgas Percepatan Transisi Energi, Proyek PLTS Terapung Saguling Dikejar Beroperasi November 2026