Ribuan orang memadati kawasan Pondok Pesantren Darul Hadits Al-Faqihiyyah di Malang, Minggu (14/12/2025) kemarin. Suasana hening namun khidmat, hanya terdengar lantunan shalawat dan doa yang menggema. Mereka berkumpul untuk satu tujuan: mengikuti puncak Haul Akbar Al Imamain RA 2025, yang sekaligus memperingati haul ke-65 Al-Habib Abdul Qodir bin Ahmad Bilfaqih Al-Alawy dan haul ke-35 putranya.
Di tengah lautan jemaah yang datang dari berbagai penjuru itu, hadir pula Menteri Agraria dan Tata Ruang, Nusron Wahid. Kehadirannya menarik perhatian, tapi dia sendiri punya penjelasan sederhana soal itu.
"Saya sebetulnya niat hadir di sini dalam rangka untuk ngalap barokah," ucap Nusron dengan nada santai.
Dia melanjutkan, "Karena jadi menteri itu hanya dari Senin sampai hari Jumat. Kalau hari Sabtu dan hari Ahad itu adalah hari kita menjadi santri."
Pernyataannya itu sekaligus menegaskan bahwa kedatangannya bukan bagian dari agenda dinas pemerintah. Lebih sebagai seorang santri yang ingin mencari keteduhan.
Namun begitu, dalam sambutannya di hadapan para habaib, kiai, dan jemaah, Nusron tetap menyampaikan harapan untuk bangsa. Suaranya terdengar khidmat saat berdoa agar Indonesia dijauhkan dari segala bencana.
"Moga-moga dalam kesempatan kali ini, berkat haul ini semua bencana di Indonesia diangkat oleh Allah SWT," katanya.
Artikel Terkait
KPK Ungkap Kerugian Negara Rp622 Miliar dalam Kasus Korupsi Kuota Haji
Prabowo Usul Penerapan WFH dan Penghematan Energi Tiru Langkah Pakistan
Real Madrid Singkirkan Manchester City Berkat Gol Telat Vinicius
Bea Cukai Siapkan Infrastruktur Digital Antisipasi Lonjakan Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta