Doa itu tak berhenti di situ. Dia juga meminta kekuatan untuk pimpinan negara. "Dan pemimpin kita Bapak Presiden Prabowo Subianto beserta seluruh aparaturnya diberi kekuatan Allah untuk mengatasi semua masalah-masalah besar yang ada di Indonesia ini," tutur Nusron, seperti dalam keterangan tertulis yang diterima media.
Di sisi lain, dia tak lupa menyampaikan apresiasi. Peran para ulama dan habaib dalam merawat kerukunan, menurutnya, adalah sesuatu yang sangat berharga. Pemerintah, kata Nusron, benar-benar bersyukur atas kontribusi mereka.
"Kami sebagai pemerintah bersyukur dengan adanya para habaib dan kiai di Indonesia untuk sama-sama rukun memakmurkan Indonesia," ujarnya.
Harapannya satu: semoga suasana teduh seperti ini bisa terus berlanjut.
Acara haul sendiri berlangsung selama dua hari penuh, sejak Sabtu. Rangkaiannya padat. Mulai dari ziarah ke TPU Kasin, khotmil Qur'an, pembacaan maulid, hingga puncak acara di hari Minggu. Semua kegiatan terbuka untuk umum dan bahkan bisa diikuti secara daring lewat siaran langsung di YouTube.
Pada hari puncak, suasana di sekitar pesantren benar-benar hidup. Jemaah berdatangan menggunakan beragam moda transportasi. Ada yang naik bus rombongan, kendaraan pribadi, bahkan tak sedikit yang naik motor. Mereka semua larut dalam irama dzikir dan doa bersama.
Dalam kunjungannya, Nusron tidak sendirian. Dia didampingi oleh sejumlah pejabat, antara lain Kepala Kantor Wilayah BPN Jawa Timur Asep Heri, dan Tenaga Ahli Menteri Bidang Komunikasi Publik, Rahmat Sahid. Kehadiran mereka menyatu, menjadi bagian dari ribuan jemaah yang hadir untuk menghormati dan mengenang dua ulama besar tersebut.
Artikel Terkait
Kades Sintang Terjaring Operasi Polisi Usai Mencuri Motor Warga
29 RT Masih Tergenang, Warga Ibu Kota Bertahan di Pengungsian
Gempa 4,6 SR Guncang Nias Utara Dini Hari
Putin dan Larijani Bahas Aliansi di Kremlin Saat Ancaman AS ke Iran Menggantung