Dapur MBG di Sungai Sengkuang, Sanggau, mendadak sepi. Operasinya dihentikan sementara, dan penyebabnya ternyata soal urusan duit tepatnya, sistem gaji yang bikin ribut antara sang kepala dan para pegawainya.
Menurut sejumlah saksi, keributan ini sudah memanas sejak pekan lalu. Intinya, banyak relawan dan karyawan yang mengeluh belum dibayar, atau nominalnya tak sesuai. Gara-gara itulah, Badan Gizi Nasional akhirnya turun tangan.
Lewat surat bernomor 963/D.TWS/03/2026 yang dikeluarkan tanggal 15 Maret, operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kapuas Sungai Sengkuang itu resmi dihentikan. Surat itu menegaskan, aktivitas di sana baru bisa berjalan lagi setelah investigasi selesai dan manajemennya dinyatakan sudah beres.
Agus Kurniawi, Koordinator Program MBG Regional Kalbar, membenarkan hal ini.
“Operasional dapur SPPG Sungai Sengkuang dihentikan sementara sampai proses pemeriksaan selesai dan manajemen organisasi di lokasi tersebut dinyatakan kembali sesuai ketentuan program MBG,” jelas Agus.
Artikel Terkait
TASPEN Lepas 35 Bus untuk Mudik Gratis, 1.400 Pemudik Dijamin Asuransi
Dosen Laporkan Penumpang KRL ke Polisi atas Tuduhan Pencemaran Nama Baik
Arus Mudik di Tol Cipali Mulai Ramai, Puncak Diprediksi 18-20 Maret
Panglima TNI Hidupkan Kembali Jabatan Kepala Staf Teritorial