Prabowo Sambut Presiden Jerman dengan Sapaan Bahasa Jerman di Istana Merdeka

- Selasa, 16 Juni 2026 | 07:25 WIB
Prabowo Sambut Presiden Jerman dengan Sapaan Bahasa Jerman di Istana Merdeka

Pertemuan kenegaraan antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin (15/6/2026) lalu, tidak hanya diisi dengan pembahasan strategis bilateral, tetapi juga diwarnai dengan interaksi budaya yang hangat. Kedua kepala negara bertemu sekitar pukul 11.30 WIB, menandai babak baru dalam hubungan diplomatik kedua negara yang telah terjalin lama.

Prabowo menyambut langsung kedatangan Steinmeier di halaman istana. Dalam sambutan awalnya, ia secara spontan menggunakan bahasa Jerman untuk menyapa tamu negaranya tersebut. “Guten tag, herzlich willkommen,” ucap Prabowo di samping Steinmeier, sebuah sapaan yang langsung mencairkan suasana formal pertemuan.

Setelah menyapa Steinmeier, Presiden RI itu juga memberikan salam kepada para delegasi yang mendampingi kepala negara Jerman. Ia menilai kehadiran Steinmeier di Indonesia bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan sebuah kehormatan besar bagi bangsa Indonesia. “Pertama-tama saya menyampaikan selamat datang dan terima kasih kepada Presiden Steinmeier atas kunjungannya kembali ke Indonesia. Ini kehormatan besar bagi kami,” ujar Prabowo dalam pernyataannya.

Lebih lanjut, Prabowo menekankan signifikansi kunjungan kenegaraan ini di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks. Menurutnya, momen ini menjadi bukti nyata bahwa hubungan antara Indonesia dan Jerman berada dalam kondisi yang sangat baik. “Kunjungan kenegaraan ini memiliki arti yang sangat penting bagi Indonesia karena ini juga menunjukkan hubungan antara Jerman dan Indonesia yang sangat baik,” sambungnya.

Di sisi lain, Presiden Prabowo berkomitmen untuk memperkuat kerja sama bilateral dengan Jerman dalam berbagai bidang. Ia menjanjikan bahwa pertemuan ini akan menjadi landasan bagi peningkatan kolaborasi yang lebih erat antara kedua negara, terutama dalam menghadapi tantangan global ke depan. Kunjungan Steinmeier pun dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkokoh kemitraan yang telah terjalin selama puluhan tahun.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar