Muharram 1448 H Jatuh pada 16 Juli 2026, Ini Amalan Doa Akhir dan Awal Tahun

- Senin, 15 Juni 2026 | 05:50 WIB
Muharram 1448 H Jatuh pada 16 Juli 2026, Ini Amalan Doa Akhir dan Awal Tahun

Umat Islam di Indonesia bersiap menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah yang akan jatuh pada Selasa, 16 Juli 2026, berdasarkan kalender yang diterbitkan Kementerian Agama. Momentum pergantian tahun dalam penanggalan Islam ini tidak hanya dimaknai sebagai peristiwa waktu, tetapi juga menjadi kesempatan bagi umat untuk memperbanyak amalan spiritual, termasuk membaca doa akhir tahun dan awal tahun sebagai bentuk pengharapan akan keberkahan, keselamatan, serta ampunan dari Allah SWT.

Bulan Muharram sendiri memiliki kedudukan istimewa dalam tradisi Islam. Ia merupakan salah satu dari empat bulan yang dimuliakan, sebagaimana ditegaskan dalam Alquran surat At Taubah ayat 36. Dalam ayat tersebut, Allah SWT menyatakan bahwa sejak penciptaan langit dan bumi, jumlah bulan di sisi-Nya adalah dua belas, dan di antaranya terdapat empat bulan haram atau suci. Rasulullah SAW juga menegaskan hal ini dalam sabdanya yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, bahwa tiga dari bulan-bulan suci itu berlangsung secara berturut-turut, yaitu Zulkaidah, Zulhijah, dan Muharram, sementara satu lainnya adalah Rajab yang terletak di antara Jumada dan Syakban.

Menyambut datangnya bulan yang penuh kemuliaan ini, umat Islam dianjurkan untuk memanjatkan doa akhir tahun pada hari terakhir bulan Zulhijah, tepatnya setelah salat Asar sebanyak tiga kali. Doa ini berisi permohonan ampun atas segala perbuatan yang melanggar larangan Allah selama setahun terakhir, sekaligus harapan agar amal baik yang telah dilakukan diterima sebagai ibadah. Setelah itu, pada malam 1 Muharram, umat dianjurkan membaca doa awal tahun sebanyak tiga kali seusai salat Magrib. Doa awal tahun ini memohon perlindungan dari godaan setan serta pertolongan untuk mengendalikan hawa nafsu yang cenderung mengajak pada kejahatan.

Selain doa, amalan lain yang dianjurkan adalah melakukan muhasabah atau introspeksi diri. Setiap muslim diajak untuk merenungkan kembali segala tindakan yang telah dilakukan selama setahun penuh, baik yang tampak maupun yang tersembunyi. Hal ini didasari oleh keyakinan bahwa sekecil apa pun perbuatan, Allah akan menghitungnya dengan adil, sebagaimana firman-Nya dalam surat Al-Anbiya ayat 47. Ayat tersebut menegaskan bahwa tidak ada satu jiwa pun yang dirugikan, dan amalan seberat biji sawi pun akan didatangkan balasannya.

Ustaz Firman Arifandi Lc MA dari rumah Fiqih Indonesia menjelaskan bahwa praktik membaca doa khusus saat memasuki tahun baru merupakan amalan yang berasal dari para sahabat Nabi. Dalam sebuah riwayat yang dinilai hasan oleh Al Hafizh Al Haitsamiy, Abdullah bin Hisyam menceritakan bahwa para sahabat mempelajari doa yang berbunyi: “Ya Allah, masukkan kami ke dalamnya dengan aman, iman, selamat, dan Islam, mendapatkan rida Allah, dan dijauhkan dari gangguan setan.” Meskipun riwayat ini hanya ditemukan dalam kitab Al Mu’jam Al Awsath karya Imam Thabrani dan memiliki jalur sanad yang dinilai terbatas, para ulama tetap menganggapnya sebagai amalan yang baik untuk diamalkan.

Di sisi lain, memperbanyak dzikir juga menjadi bagian dari rangkaian amalan menyambut Tahun Baru Islam. Salah satu dzikir yang ringan diucapkan namun memiliki bobot pahala yang besar adalah kalimat “Subhanallah wabihamdihi, subhanallahil ‘azim.” Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, Rasulullah SAW menyebut dua kalimat ini ringan di lisan, berat dalam timbangan, dan sangat dicintai oleh Allah Yang Maha Pemurah.

Momen pergantian tahun Hijriah ini menjadi pengingat bagi setiap muslim untuk tidak hanya larut dalam perayaan, tetapi juga mengisinya dengan introspeksi dan peningkatan kualitas ibadah. Dengan memadukan doa, dzikir, dan muhasabah, diharapkan setiap hamba dapat memasuki tahun baru dengan jiwa yang lebih bersih dan tekad yang lebih kuat untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar