UEFA, konfederasi sepak bola Eropa, mengancam akan memboikot Piala Dunia jika FIFA tetap melanjutkan rencana penjualan sebagian saham kepada investor swasta. Sikap tegas ini disampaikan UEFA dalam pernyataan resmi yang dirilis Jumat (31/7/2026).
"Tidak ada tim nasional UEFA yang akan berpartisipasi dalam kompetisi FIFA selama proposal ini masih beredar," demikian bunyi pernyataan UEFA. Mereka menuntut agar proposal tersebut dibatalkan sepenuhnya dan FIFA memberikan jaminan yang mengikat untuk tidak lagi menawarkan tata kelola atau kompetisinya kepada kepemilikan swasta.
Sebelumnya, pada Selasa, FIFA mengumumkan rencana membentuk anak perusahaan komersial yang akan mengelola event-event besarnya, seperti Piala Dunia dan Piala Dunia Antarklub. Melalui perusahaan ini, investor swasta diizinkan membeli sebagian saham. FIFA menargetkan dana hingga USD4,2 miliar dari penjualan saham FIFA Forward Enterprise (FFE), dengan valuasi anak usaha tersebut diperkirakan mencapai USD20 miliar.
"Piala Dunia tidak dapat diperlakukan sebagai produk investasi. Tidak ada bagian darinya yang boleh diserahkan kepada investor swasta. Piala Dunia tidak untuk dijual," tegas UEFA.
Penolakan juga datang dari CONCACAF, konfederasi sepak bola Amerika Utara, Tengah, dan Karibia, yang secara bulat menolak proposal tersebut. Sementara itu, AFC (Konfederasi Sepak Bola Asia) menyatakan keprihatinan karena proposal FIFA dipublikasikan sebelum semua 211 asosiasi anggota diajak berkonsultasi. CAF (Konfederasi Sepak Bola Afrika) mendorong anggotanya untuk meninjau rencana kontroversial FIFA ini.
Artikel Terkait
UEFA Gelar Rapat Darurat Bahas Rencana FIFA Jual Saham Komersial, Ancaman Boikot Piala Dunia Menguat
FIFA Buka Peluang Komersialisasi Piala Dunia, UEFA Tolak Keras
FIFA Buka Investigasi Resmi ke Argentina atas Kericuhan Final dan Banner Politik
FIFA Investigasi Bentrokan Argentina vs Spanyol Usai Final Piala Dunia 2026