Bagnaia Buka Peluang Tinggalkan Ducati Usai Musim Penuh Kesulitan

- Selasa, 17 Maret 2026 | 07:50 WIB
Bagnaia Buka Peluang Tinggalkan Ducati Usai Musim Penuh Kesulitan

Roma Kabar mengejutkan datang dari paddock MotoGP. Francesco Bagnaia, sang juara dunia Ducati, ternyata sedang mempertimbangkan langkah besar untuk masa depannya. Kontraknya memang masih panjang, hingga akhir 2026, tapi situasi di dalam tim membuatnya berpikir ulang. Bursa transfer untuk musim 2027 sudah mulai menghangat, dan nama Pecco begitu ia disapa muncul dalam banyak rumor.

Menurut sejumlah laporan yang beredar, Aprilia Racing disebut-sebut sebagai tujuan potensial. Spekulasi ini bukannya tanpa alasan. Musim 2025 lalu benar-benar menjadi ujian berat bagi pembalap asal Italia itu. Performanya jauh dari kata memuaskan, penuh dengan perjuangan dan hasil yang mengecewakan.

Padahal, impiannya sederhana.

“Impian dan tujuan saya adalah memulai dan mengakhiri karier di MotoGP bersama Ducati,” ujar Bagnaia, seperti dikutip dari Motosan, Senin (16/3/2026).

Namun begitu, ia pun realistis. Dunia balap penuh dengan ketidakpastian. “Sayangnya, musim lalu kami menghadapi beberapa kesulitan, dan wajar jika situasi bisa berubah,” tambahnya. Pengakuan jujur ini langsung memicu gelombang pertanyaan tentang loyalitas dan masa depannya di tim Si Merah.

Ironisnya, kesulitan Bagnaia justru berbanding terbalik dengan kesuksesan rekan setim barunya, Marc Marquez. Sang rookie langsung tampil gemilang dan bahkan menyabet gelar juara dunia. Pencapaian Marquez yang fenomenal itu tentu semakin menyoroti perjuangan Pecco.

Tapi, Bagnaia menampik anggapan bahwa kehadiran Marquez-lah penyebabnya. Ia justru melihat ke dalam. Masalahnya ada pada dirinya sendiri yang kesulitan beradaptasi dengan motor anyar, Ducati GP25.

“Marc datang dan mendominasi, tidak ada yang bisa disalahkan dari dirinya. Saya tidak mampu mengendarai motor yang sudah berubah dibandingkan tahun sebelumnya, ketika semuanya terasa sempurna. Saya mengalami kesulitan besar. Bukan karena Marc, tetapi karena saya tidak bisa menampilkan potensi terbaik saya,” jelasnya.

Pengakuan blak-blakan itu, di satu sisi, menunjukkan profesionalismenya. Di sisi lain, hal itu justru membuat masa depannya di Ducati Lenovo semakin dipertanyakan. Apakah ini awal dari sebuah perpisahan? Atau justru pemicu bagi Pecco untuk bangkit di musim depan?

Satu hal yang pasti: bursa transfer menuju 2027 akan menjadi ajang yang sangat sibuk. Dan keputusan Bagnaia nanti, akan menjadi salah satu pembahasan paling panas.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar