Upacara Peringatan Khamenei Ditunda, Panitia Hadapi Permintaan Massa yang Membeludak

- Kamis, 05 Maret 2026 | 09:45 WIB
Upacara Peringatan Khamenei Ditunda, Panitia Hadapi Permintaan Massa yang Membeludak

Upacara peringatan untuk Ayatollah Ali Khamenei di Teheran mendadak ditunda. Kabar penundaan ini muncul beberapa hari setelah sang Pemimpin Tertinggi Iran itu tewas dalam serangan udara gabungan Israel dan Amerika Serikat, yang juga merenggut nyawa sejumlah anggota keluarganya.

Lalu, apa penyebabnya? Menurut kantor berita Tasnim, penundaan ini terkait masalah logistik. Seorang pejabat mengungkapkan, ternyata ada permintaan yang sangat besar dari masyarakat di berbagai provinsi untuk bisa datang memberi penghormatan terakhir. Rupanya, antusiasme ini membuat panitia perlu mengatur ulang segalanya.

Padahal, persiapan pemakaman sudah berjalan. Dan ini bukan acara biasa – diperkirakan akan memobilisasi massa dalam jumlah sangat besar. Bayangkan saja, pemakaman pendahulunya, Ayatollah Ruhollah Khomeini di tahun 1989, dihadiri oleh sekitar 10 juta orang. Di sisi lain, berkumpulnya massa dalam suasana duka seperti itu juga membawa kekhawatiran tersendiri: potensi ancaman serangan lanjutan dari AS atau Israel terhadap kerumunan orang yang berduka.

Penundaan ini cukup mengejutkan. Sebab, hanya beberapa jam sebelumnya, rencananya sudah diumumkan secara resmi.

“Aula doa akan menerima pengunjung dan masyarakat dapat hadir dan mengambil bagian dalam upacara perpisahan dan sekali lagi menunjukkan kehadiran yang kuat,”

demikian penjelasan Hojjatoleslam Mahmoudi, kepala Dewan Dakwah Islam Iran, seperti dikutip Al Jazeera pada Kamis, 5 Maret 2026. Ia sebelumnya menyatakan upacara tiga hari itu akan dimulai pukul 10 malam di Aula Doa Imam Khomeini, Teheran.

Khamenei, yang wafat pada Sabtu di usia 86 tahun, memang bukan figur biasa. Ia memegang tampuk kepemimpinan tertinggi Iran sejak 1989, menggantikan Khomeini. Posisinya unik: otoritas tertinggi atas pemerintahan, militer, peradilan, sekaligus menjadi pemimpin spiritual bagi negara tersebut.

Di tengah suasana berkabung ini, proses suksesi juga mulai bergulir. Ayatollah Ahmad Khatami, ulama senior anggota Dewan Penjaga dan Majelis Pakar, memberi sinyal bahwa pemilihan pengganti hampir final.

“Pemimpin Tertinggi akan diidentifikasi pada kesempatan terdekat, kita hampir sampai pada kesimpulan,” katanya dalam wawancara dengan televisi pemerintah.

Namun begitu, ia mengingatkan satu hal. “Situasi di negara ini adalah situasi perang.” Sebuah pernyataan yang mengingatkan betapa gentingnya kondisi Iran pasca-serangan mematikan itu, di mana duka harus beradu dengan kewaspadaan tinggi.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar