Menteri Pertahanan Israel Izinkan IDF Gunakan Kekuatan Penuh di Lebanon Meski Gencatan Senjata

- Minggu, 19 April 2026 | 21:35 WIB
Menteri Pertahanan Israel Izinkan IDF Gunakan Kekuatan Penuh di Lebanon Meski Gencatan Senjata

Di sebuah acara di Tepi Barat, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyampaikan pernyataan keras. Militer Israel, kata dia, sudah dapat menggunakan kekuatan penuh di Lebanon. Instruksi ini berlaku bahkan di tengah gencatan senjata yang sedang berlangsung sekalipun.

"Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan saya telah menginstruksikan IDF untuk bertindak dengan kekuatan penuh, baik di darat maupun dari udara, termasuk selama gencatan senjata, untuk melindungi tentara kami di Lebanon dari ancaman apa pun,"

Demikian penegasan Katz, seperti dilaporkan AFP pada Minggu (19/4/2026).

Tak cuma itu. Menurut Katz, pasukan juga diperintahkan untuk menghancurkan bangunan atau jalan yang dicurigai dipasangi ranjau. Targetnya jelas: rumah-rumah di desa perbatasan yang diduga jadi pos Hizbullah. "Tujuannya untuk menghancurkan rumah-rumah itu, yang mengancam komunitas Israel," tambahnya.

Latar belakang ancaman ini bukan tanpa sebab. Seorang tentara Israel tewas di Lebanon selatan pada Jumat (17/4). Hari itu sebenarnya adalah hari pertama gencatan senjata 10 hari antara kedua pihak berlaku. Menurut laporan militer, sang prajurit tewas setelah memasuki sebuah bangunan yang ternyata dipasangi ranjau.

Katz sendiri sudah beberapa kali bersikap blak-blakan soal rencana ini. Ia berulang kali menyatakan Israel akan meratakan rumah-rumah di sepanjang perbatasan. Ini semua bagian dari upaya membangun zona penyangga keamanan di Lebanon selatan.

Dan aksi penghancuran ternyata sudah mulai. Sehari sebelum pernyataan Katz, yaitu pada Sabtu (18/4), pasukan Israel dikabarkan melakukan penghancuran di kota Bint Jbeil. Kota itu bukan tempat sembarangan di sanalah pertempuran sengit dengan Hizbullah berkecamuk, sebelum akhirnya gencatan senjata disepakati.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar