Gunung Lewotobi Laki-Laki Erupsi, Kolom Abu Capai 1.500 Meter dan Hujan Abu Landa Sejumlah Wilayah

- Jumat, 05 Juni 2026 | 20:30 WIB
Gunung Lewotobi Laki-Laki Erupsi, Kolom Abu Capai 1.500 Meter dan Hujan Abu Landa Sejumlah Wilayah

Letusan kembali mengguncang Gunung Lewotobi Laki-Laki di Nusa Tenggara Timur pada Jumat malam, memuntahkan kolom abu vulkanik setinggi 1.500 meter dari puncak. Peristiwa itu terekam jelas oleh seismogram dengan amplitudo maksimum mencapai 40,7 milimeter dan berlangsung selama kurang lebih 133 detik. Abu vulkanik berwarna kelabu dengan intensitas tebal terpantau bergerak ke arah barat dan barat laut, disertai hujan abu yang melanda sejumlah wilayah di sekitarnya.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Api, Herman Yosef S Mboro, melaporkan bahwa erupsi terjadi pada pukul 19.57 WITA. Ia menjelaskan, kolom abu yang keluar mencapai ketinggian sekitar 3.084 meter di atas permukaan laut. Masyarakat dan wisatawan diminta untuk tidak melakukan aktivitas apa pun dalam radius lima kilometer dari pusat erupsi.

“Warga di sekitar Gunung Lewotobi Laki-Laki serta pengunjung atau wisatawan diminta tidak beraktivitas apa pun dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi,” ujar Herman dalam laporannya, Jumat malam.

Gunung yang saat ini berstatus level III atau Siaga itu juga mengeluarkan kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal. Herman mengimbau masyarakat tetap tenang dan mengikuti arahan pemerintah daerah. Ia juga meminta warga tidak mudah percaya pada informasi yang tidak jelas sumbernya.

Sementara itu, selain ancaman abu vulkanik, masyarakat di sekitar gunung diingatkan untuk mewaspadai potensi banjir lahar hujan pada sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-Laki. Wilayah yang perlu diwaspadai antara lain Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote, terutama jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi.

Warga yang terdampak hujan abu diminta menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut untuk menghindari gangguan sistem pernapasan. Selain itu, masyarakat diimbau selalu waspada dan menjauh dari kaki gunung guna mengantisipasi potensi bahaya dari letusan susulan.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar