Kasus penggelapan dana jemaat gereja di Sumatera Utara yang sempat ramai itu akhirnya menemui titik terang. BNI memastikan akan mengembalikan seluruh dana yang dikorup mantan Kepala Kas mereka. Pengembaliannya direncanakan rampung dalam beberapa hari ke depan.
Besaran uang yang digelapkan tak main-main: mencapai Rp 28 miliar. Pelakunya, Andi Hakim Febriansyah, yang dulu bertugas di BNI Kantor Cabang Pembantu Aek Nabara, kini sudah ditahan polisi. Menurut keterangan bank, modusnya adalah dengan menawarkan produk investasi fiktif bernama 'Deposito Investment' kepada jemaat Gereja Katolik Paroki Aek Nabara.
Yang perlu ditegaskan, produk itu sama sekali bukan produk resmi BNI. Transaksi dilakukan di luar sistem dan prosedur bank.
Dalam jumpa pers virtual yang digelar Minggu (19/4), Direktur Human Capital & Compliance BNI, Munadi Herlambang, memberikan penjelasan.
"Penyelesaian akan kami lakukan dalam jangka waktu ini, kita berproses dan dipastikan Minggu ini Senin sampai Jumat di hari kerja akan kita kembalikan,"
Munadi juga membeberkan kronologi awal terungkapnya kasus ini. Ternyata, semuanya berawal dari pengawasan internal BNI pada Februari 2026 lalu. Dari situ, kecurigaan mulai mencuat dan berlanjut ke penyidikan kepolisian.
"Berdasarkan perkembangan penyidikan kepolisian yang kami terima per hari kemarin hari Sabtu kemarin, telah disimpulkan jumlah dana yang digelapkan diperkirakan sekitar Rp 28 miliar,"
BNi sendiri sebenarnya sudah melakukan pengembalian tahap awal, senilai Rp 7 miliar. Nah, sisa dana yang masih menunggulah yang akan dilunasi pekan ini. Bank menegaskan komitmennya untuk bertanggung jawab.
Di sisi lain, pihak BNI terus menggarisbawahi bahwa ini murni tindakan oknum. Andi Hakim disebut bertindak sendiri, jauh dari kewenangan dan tata kelola bank yang sah. Mereka berharap klarifikasi ini bisa memulihkan kepercayaan nasabah.
Kini, tinggal menunggu realisasi janji pengembalian dana tersebut. Bagi jemaat gereja yang menjadi korban, pekan ini tentu dinanti-nantikan.
Artikel Terkait
Polisi Bongkar Modus Transaksi Narkoba Lewat Amal Jaringan Andre Fernando
Israel Perintahkan Penggunaan Kekuatan Penuh di Lebanon Meski Gencatan Senjata Berlaku
Tes Kemampuan Akademik SD Resmi Dimulai, Fokus pada Literasi dan Numerasi
Menteri PAN-RB Rini Widyantini Pamerkan Karya Foto dalam Pameran Kartini Masa Kini