Rafael Leão Terancam Absen di Piala Dunia Usai Kartu Merah Lawan Cile

- Minggu, 07 Juni 2026 | 21:00 WIB
Rafael Leão Terancam Absen di Piala Dunia Usai Kartu Merah Lawan Cile

Target utama Manchester United, Rafael Leão, harus menjalani masa depan yang tidak menentu setelah mendapat kartu merah langsung akibat terlibat dalam perkelahian saat Portugal mengalahkan Cile 2-1 dalam laga uji coba. Insiden itu terjadi pada masa tambahan waktu babak pertama, ketika pemain sayap AC Milan tersebut memukul wajah bek Cile, Iván Román.

Keributan bermula dari protes keras pemain pinjaman Barcelona, João Cancelo, terhadap tekel keras Felipe Faúndez yang tampak menyepak kaki Cancelo saat keduanya jatuh ke tanah. Román kemudian turun tangan untuk membela rekan setimnya, namun situasi justru semakin panas ketika Leão mendekat dan ikut campur. Leão mendorong dada Román beberapa kali hingga hampir mengenai area leher, sebelum akhirnya Román membalas dengan serangan yang membuat Leão memukul wajah lawannya hingga terjatuh.

Wasit tidak ragu mengeluarkan kartu merah langsung. Tak lama setelah pertandingan, Leão langsung angkat bicara melalui media sosial, menegaskan bahwa ia sama sekali tidak memiliki niat untuk melukai Román. Meski kartu merah itu tidak mengubah hasil akhir laga, konsekuensinya bisa sangat besar hanya sepekan sebelum Piala Dunia dimulai.

Hukuman standar untuk tindakan kekerasan biasanya berupa larangan bermain dua hingga tiga pertandingan. Dengan hanya satu laga tersisa sebelum Piala Dunia, sanksi tersebut kemungkinan akan berlanjut ke turnamen musim panas ini dan membuat Leão harus menyaksikan laga awal fase grup dari tribun. Ia kini harus menunggu dengan cemas keputusan FIFA, meski ada secercah harapan bahwa hukumannya tidak akan separah yang dikhawatirkan.

Preseden serupa pernah terjadi pada rekan setimnya, Cristiano Ronaldo, yang menerima kartu merah karena menyikut Dara O’Shea dari Irlandia pada November lalu. Meski dijatuhi larangan tiga pertandingan, dua di antaranya ditangguhkan sehingga Ronaldo hanya absen satu laga. Nasib serupa juga dialami striker Curaçao, Jurgen Locadia, yang mendapat keringanan hukuman setelah menyikut pemain Skotlandia, Aaron Hickey. Ia hanya absen dalam satu pertandingan persahabatan sebelum akhirnya diizinkan tampil di Piala Dunia.

Sementara itu, di Old Trafford, optimisme tengah membuncah setelah kebangkitan performa tim di bawah asuhan manajer Michael Carrick. Namun, Manchester United tetap membutuhkan perombakan besar di bursa transfer untuk bersaing di level tertinggi. Leão, dengan catatan 64 gol dan 50 assist selama tujuh musim di Serie A, jelas memiliki talenta yang diincar. Namun, musim terakhirnya disebut sebagai yang paling mengecewakan, dan tuduhan soal etos kerja yang buruk terus menghantuinya.

Para pemandu bakat Manchester United disebut-sebut sangat menyadari kekhawatiran tersebut. Sikap seorang pemain kini dinilai lebih penting dari sekadar kemampuan teknis, terutama bagi Setan Merah yang baru saja berhasil membersihkan budaya beracun di ruang ganti. Meski insiden kartu merah ini tidak akan menjadi satu-satunya dasar penilaian, kekhawatiran terhadap sikap Leão pasti akan semakin menguat.

Menariknya, ini adalah kartu merah pertama Leão di kancah internasional dan baru yang kedua sepanjang karier seniornya. Rekam jejak disiplin yang relatif bersih itu bisa menjadi faktor meringankan dalam sidang FIFA, sebagaimana yang pernah terjadi pada Ronaldo. Namun, para pemandu bakat Manchester United mungkin tidak akan semudah itu memberikan maaf.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar