Lima tentara tewas dan enam warga sipil terluka dalam serangan di sebuah pos keamanan di Narathiwat, Thailand selatan, Rabu (22/7) malam. Wilayah tersebut selama ini dilanda pemberontakan separatis.
Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul mengecam serangan itu sebagai "tindakan terorisme yang terang-terangan". Ia menyebut aksi tersebut menjadi "ancaman serius terhadap keamanan nasional" dan "menghambat upaya perdamaian" di selatan.
Rekaman CCTV yang disiarkan media lokal memperlihatkan enam orang berpakaian hitam datang menggunakan mobil pikap sebelum melepaskan tembakan. Dua pelaku lain yang mengendarai sepeda motor juga terekam ikut menembak.
Militer Thailand dalam pernyataan Rabu malam menyebut lima anggota Task Force Ranger Regiment 45 tewas setelah pelaku melepaskan tembakan dan melempar bom pipa ke Pos Pemeriksaan Bukeh Sami.
Departemen Hubungan Masyarakat Provinsi Narathiwat menyatakan enam warga sipil luka-luka. Hingga kini belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab dan belum ada pelaku yang ditangkap.
Gubernur Narathiwat Boonchuay Homyamyen mengunjungi para korban di rumah sakit pada Kamis (23/7). Seorang anak laki-laki berusia 10 tahun juga menjadi korban, mengalami luka tembak di kaki.
Militer Thailand memberikan penghormatan kepada lima prajurit yang gugur. "Pengabdian dan pengorbanan mereka akan selalu dikenang dan dihormati dengan penghormatan setinggi-tingginya," demikian pernyataan militer.
Pemimpin oposisi Thailand Natthaphong Ruengpanyawut turut mengecam serangan tersebut dan mendesak pemerintah segera mengambil langkah mengatasi situasi keamanan di selatan.