Prabowo Beberkan Kebocoran Negara Capai Rp 1.000 Triliun, Berkomitmen Hentikan

- Jumat, 24 Juli 2026 | 02:55 WIB
Prabowo Beberkan Kebocoran Negara Capai Rp 1.000 Triliun, Berkomitmen Hentikan

Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan kebocoran anggaran negara masih terjadi dalam jumlah besar, mencapai potensi hingga Rp 1.000 triliun. Ia berkomitmen menghentikan praktik melawan hukum yang merugikan keuangan negara itu.

Dalam pidato pada acara Harlah ke-28 PKB di JCC Senayan, Jakarta, Kamis (23/7/2026), Prabowo menjelaskan total anggaran negara sekitar Rp 3.700 triliun atau setara 270 miliar dolar AS. Jika 30 persen bocor, maka kerugiannya lebih dari Rp 1.000 triliun. "Ini sedang saya hentikan," tegasnya.

Prabowo menyebut modus kebocoran banyak terjadi di daerah. Ia menegaskan akan menutup segala bentuk penggelembungan anggaran. "Saya mau tutup ini akal-akalan dari banyak pihak. Ya kita harus introspeksi. Kita sudah tahu, ibu-ibu, bapak-bapak, walaupun di daerah semua sudah tahu apa yang terjadi. Benar kan," katanya.

Di sisi lain, Prabowo mengklaim pemerintahannya telah melakukan efisiensi anggaran dengan menghemat Rp 300 triliun dalam beberapa bulan pertama. "Ini yang kita hemat dari beberapa bulan pertama pemerintah yang kita pimpin. Kita bisa hemat Rp 300 triliun," ujarnya.

Dana hasil efisiensi itu dialokasikan untuk program yang langsung dirasakan rakyat, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pembangunan infrastruktur. "Ini yang kita gunakan untuk MBG. Ini yang kita gunakan untuk jembatan tadi yang disebut. Lima ribu jembatan kita bangun sampai Desember 2026. Kalau perlu kita bangun lebih. Rakyat di desa mereka tidak mau nunggu lagi. Tadinya jalan kaki satu jam, nyebrang pakai tali, nyebrang pakai kotak-kotak. Kita atasi," paparnya.

Selain itu, efisiensi anggaran juga digunakan untuk merenovasi sekolah-sekolah yang sudah lama tidak tersentuh. "Sekolah-sekolah roboh, roboh. Sampai akhir tahun saya instruksikan 100 ribu sekolah yang sekian belas tahun tidak disentuh," sambung Prabowo.

Acara Harlah ke-28 PKB turut dihadiri Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka serta sejumlah ketua umum partai politik, antara lain Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia, Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Presiden PKS Al Muzammil Yusuf, dan Ketum PAN Zulkifli Hasan (Zulhas). Hadir pula elite partai seperti Ketua Harian DPP Gerindra Sufmi Dasco Ahmad, Bendum NasDem Ahmad Sahroni, Sekjen PAN Eko Patrio, Bendum Golkar Sari Yuliati, Ketua DPP PDI Perjuangan Djarot Saiful Hidayat, Sekjen Partai Demokrat Herman Khaeron, dan Waketum PSI Isyana Bagoes Oka.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags