Laboratorium Forensik Polda Sumatera Utara memastikan ledakan yang terjadi di sebuah rumah di Perumahan Grand Polonia, Medan, pada Senin (20/7) bukan disebabkan oleh bom, melainkan kebocoran gas tanam. Kepastian ini diperoleh setelah tim labfor melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian.
"Tidak ada residu yang menunjukkan bahwa itu dari bahan peledak atau apa. Tidak ada," kata Kasubdit Fiskom Bid Labfor Polda Sumut, AKBP Roy Tenno Siburian, saat ditemui di lokasi, Rabu (22/7).
Menurut Roy, kerusakan akibat ledakan gas memiliki ciri khas yang berbeda dengan ledakan bom. Pada ledakan bom, terdapat pusat ledakan yang menjadi titik awal kerusakan dan menyebar ke segala arah. Sementara pada ledakan gas, kerusakan cenderung merata di seluruh ruangan.
"Kalau ciri khas antara gas yang meledak dengan bom adalah pusat ledakan. Kalau di bom itu selalu ada pusat ledakan di mana bom itu ditaruh. Jadi dari sana nanti sumber rusaknya ke semua arah. Tapi kalau di gas enggak ada. Semua ruangan itu rusak. Tidak ada ini lebih rusak daripada ini, enggak, semua ruangan itu rusak karena menyebar. Jadi itu bedanya antara detonasi gas dengan bom," ujar Roy.
Meski demikian, polisi belum mengetahui titik kebocoran gas tersebut. Rencananya, akan dilakukan uji kebocoran atau leak test untuk memastikan lokasi kebocoran.
Roy juga menjelaskan mengapa penghuni rumah tidak mencium bau gas sebelum ledakan terjadi. Hal itu karena gas metana yang bocor memiliki sifat menguap ke atas, berbeda dengan LPG yang menguap ke bawah. Gas metana cenderung berkumpul di langit-langit ruangan, sehingga tidak mudah tercium oleh penghuni yang berada di lantai bawah.
"Kan kalau di LPG gampang karena dia biasa masuk dari celah pintu di bawah. Tapi karena gas ini sifatnya dari atas, sehingga kan di atas biasanya tidak ada lubang. Jadi dia katakan sampai ke langit-langit, enggak bisa masuk ke kamar. Sehingga kalau tidak ada gasnya masuk ke dalam, otomatis kan tidak tercium," sambung Roy.
Roy belum dapat memastikan di mana posisi para korban saat ledakan terjadi, serta apa yang menjadi pemantik ledakan. Banyak faktor yang dapat memicu gas metana meledak setelah mencapai titik ledaknya.
Ledakan terjadi pada Senin (20/7) sekitar pukul 15.30 WIB. Tujuh orang menjadi korban, terdiri dari empat orang selamat dan tiga orang tewas. Seluruh korban telah dievakuasi.
Artikel Terkait
Pipa Gas Bocor Diduga Picu Ledakan, PGN Tutup Aliran di Perumahan Grand Polonia
Polisi Kesulitan Cari Titik Kebocoran Pipa Gas di Grand Polonia Medan
Polda Sumut Akan Uji Kebocoran Pipa Gas di Rumah yang Meledak di Grand Polonia
Ledakan Rumah Mewah di Medan Dipicu Kebocoran Gas Metana, Tiga Tewas