Teknologi dan AI Selamatkan Nasdaq di Tengah Guncangan Sektor Keuangan

- Kamis, 08 Januari 2026 | 06:18 WIB
Teknologi dan AI Selamatkan Nasdaq di Tengah Guncangan Sektor Keuangan

Pasar saham Wall Street ditutup dengan pergerakan beragam pada Rabu kemarin. Tekanan datang dari sektor keuangan, terutama setelah pernyataan keras Presiden Trump soal perumahan. Tapi, jangan salah, semangat di sektor teknologi dan AI justru tetap membara, cukup kuat untuk mengerek indeks Nasdaq ke zona hijau.

Indeks S&P 500 akhirnya melemah 0,34 persen ke level 6.920,93. Sementara itu, Dow Jones terpangkas cukup dalam, 0,94 persen, menjadi 48.996,08. Di sisi lain, Nasdaq berhasil bertahan dengan kenaikan tipis 0,16 persen, menutup sesi di 23.584,28 poin.

Guncangan datang dari dunia properti. Trump mengumumkan rencana melarang pembelian rumah keluarga tunggal oleh korporasi, sebuah langkah yang ditujukan untuk meredam harga. Imbasnya langsung terasa. Saham perusahaan akuisisi perumahan seperti Blackstone dan Apollo Global Management anjlok lebih dari 5 persen. American Homes 4 Rent juga ikut terpuruk. Namun begitu, menariknya, platform real estat Zillow justru meroket lebih dari 2 persen.

Sejumlah nama besar lainnya juga ikut terseret. JPMorgan Chase merosot 2,3 persen setelah peringkatnya diturunkan oleh Wolfe Research. Di sektor pertahanan, Northrop Grumman dan Lockheed Martin terpukul keras, masing-masing turun 5,5 persen dan 4,8 persen, menyusul ancaman Trump yang akan membatasi dividen dan buyback saham mereka.

Tapi ceritanya berbeda di lorong teknologi. Nvidia dan Microsoft sama-sama naik sekitar 1 persen. Alphabet bahkan melesat lebih dari 2 persen. Rupanya, kekhawatiran bahwa saham-saham AI sudah terlalu mahal mulai pudar. Investor kembali melirik mereka.

Minat yang besar terhadap AI ini bukan isapan jempol belaka. Ambil contoh Anthropic, sang pembuat chatbot Claude. Perusahaan itu dikabarkan sedang merancang penggalangan dana miliaran dolar yang bisa menempatkan valuasinya di angka fantastis: 350 miliar dolar AS. Angka itu akan membuatnya lebih bernilai daripada raksasa seperti Chevron atau Wells Fargo.

Jake Dollarhide, kepala eksekutif Longbow Asset Management di Tulsa, Oklahoma, punya komentar menarik soal tren ini.

"Para investor memasuki tahun 2026 dengan strategi yang mirip tahun lalu: beli saham teknologi dan lupakan saja. Isu bahwa rally AI sudah berakhir ternyata omong kosong," ujarnya.

Meski begitu, tidak semua di sektor teknologi beruntung. Perusahaan chip dan penyimpanan data seperti Western Digital dan Seagate Technology justru kehilangan momentum, terkoreksi tajam setelah reli sebelumnya. First Solar bahkan terjun bebas 10 persen menyusul penurunan peringkat dari Jefferies.

Menjelang musim laporan keuangan kuartal IV, harga saham di Wall Street masih terbilang mahal. Valuasi S&P 500 saat ini sekitar 22 kali estimasi laba, masih di atas rata-rata historisnya dalam lima tahun terakhir.

Data ekonomi yang dirilis Rabu memperlihatkan gambaran campur aduk. Lowongan kerja AS turun lebih dalam dari perkiraan di November. Laporan ADP juga menunjukkan penambahan pekerjaan sektor swasta yang kurang menggembirakan. Data-data ini, meski kembali normal setelah gangguan penutupan pemerintah, tampaknya belum cukup menggeser ekspektasi pasar soal potensi pemotongan suku bunga The Fed. Semua mata kini tertuju ke laporan penggajian pemerintah yang akan dirilis Jumat.

Di luar angka-angka, ketegangan geopolitik juga jadi perhatian. AS dikabarkan menyita kapal tanker berbendera Rusia yang terkait dengan Venezuela, bagian dari upaya agresif Trump mengontrol aliran minyak negara itu. Bahkan, isu pembelian Greenland oleh AS dengan segala opsi termasuk militer kembali mencuat setelah dibahas di Gedung Putih.

Dengan semua gejolak itu, volume perdagangan hari Rabu terbilang tinggi. Sekitar 17,4 miliar saham berpindah tangan, melampaui rata-rata 20 hari sebelumnya. Pasar memang tampak sibuk, mencerna segala berita dari politik hingga kebijakan, sambil bersiap untuk babak berikutnya.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar