Ketegangan baru meletus di kawasan Teluk Persia setelah militer Amerika Serikat melancarkan serangan yang menargetkan area di sekitar Selat Hormuz, yang kemudian memicu respons balik dari pihak Iran. Peristiwa ini terjadi pada Kamis pagi waktu setempat dan langsung menarik perhatian dunia internasional mengingat posisi strategis Selat Hormuz sebagai jalur pelayaran minyak utama dunia.
Menurut laporan yang disiarkan oleh sejumlah media yang berafiliasi dengan pemerintah Iran, militer negara itu melepaskan tembakan peringatan ke arah empat kapal yang mencoba melintasi Selat Hormuz menuju Teluk Persia. Kapal-kapal tersebut disebut tidak berkoordinasi terlebih dahulu dengan pasukan keamanan yang bertanggung jawab atas pengawasan selat tersebut.
"Empat kapal mencoba melewati Selat Hormuz dan memasuki Teluk Persia tanpa berkoordinasi dengan pasukan keamanan yang bertanggung jawab atas selat tersebut," demikian laporan yang dikutip dari pemberitaan CNN Internasional.
"Mereka telah diperingatkan, dan setelah mengabaikan peringatan tersebut, tembakan peringatan dilepaskan ke arah mereka, memaksa mereka untuk berbalik arah," tambah laporan itu.
Sementara itu, Kantor Berita Tasnim yang berafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) memberikan versi yang sedikit berbeda. Mereka melaporkan bahwa Angkatan Laut IRGC menembakkan tembakan peringatan ke arah sebuah "kapal tanker minyak Amerika" hingga kapal tersebut akhirnya berbalik arah. Sebagai respons atas insiden itu, militer AS disebut menembak ke area tandus di dekat Bandar Abbas, sebuah kota pelabuhan strategis di Iran selatan. Ledakan dilaporkan terdengar di kawasan tersebut pada Kamis pagi waktu setempat.
Media Iran menilai bahwa serangan terbaru AS ini merupakan respons langsung atas tindakan militer Iran di Selat Hormuz. Namun, dari pihak Amerika, seorang pejabat AS yang berbicara kepada CNN memberikan penjelasan berbeda. Ia menyatakan bahwa serangan AS menargetkan lokasi di sekitar Selat Hormuz yang dinilai menimbulkan ancaman bagi pasukan Amerika dan lalu lintas komersial.
Pejabat tersebut mengungkapkan bahwa militer AS berhasil menembak jatuh empat drone Iran. Pasukan AS juga dilaporkan menyerang stasiun kendali darat Iran di Bandar Abbas yang saat itu hendak meluncurkan drone kelima. Hingga berita ini diturunkan, CNN masih menunggu tanggapan resmi dari Komando Pusat AS terkait klaim media Iran bahwa serangan tersebut merupakan balasan atas tindakan Iran.
Di sisi lain, badan maritim internasional UKMTO yang memantau pelayaran di jalur air tersebut belum melaporkan adanya insiden terkait kapal yang ditembaki. Peristiwa ini menambah panjang daftar ketegangan di kawasan itu, mengingat sebelumnya pada Selasa (26/5) lalu, serangan gabungan AS dan Israel saat gencatan senjata menargetkan kapal-kapal Iran yang diduga berusaha memasang ranjau dan peluncur rudal di dekat pelabuhan Bandar Abbas, Iran selatan.
Artikel Terkait
Tim Penyelamat Gabungan Laos-Thailand Temukan Lima Korban Selamat di Gua Xaisomboun
Mendikdasmen Pastikan Tak Ada Anak Indonesia Kehilangan Akses Pendidikan, Revitalisasi Sekolah di Pulau Arar Jadi Prioritas
Lucky Cell Bagikan 1.000 Paket Sembako untuk Ojol dan Warga Ciracas Sambut Iduladha
Sapi Kabur Saat Hendak Disembelih Iduladha di Bogor, Damkar Turun Tangan Evakuasi