Isu yang menyeret nama Uya Kuya alias Surya Utama ke pusaran perbincangan publik memang tak main-main. Anggota DPR sekaligus figur hiburan itu dituding memiliki 750 dapur makan bergizi gratis (MBG). Kabar ini meledak di media sosial, memicu spekulasi dan tanya-tanya.
Semuanya berawal dari sebuah unggahan di Threads. Foto Uya Kuya muncul disana, disertai narasi yang menyatakan dia punya ratusan dapur MBG. Konten itu langsung viral, menyebar bak angin kencang. Banyak yang percaya, mungkin karena narasinya dikait-kaitkan dengan program besar pemerintah.
Namun begitu, Uya Kuya tak tinggal diam. Dia langsung buka suara dan membantah keras semua tuduhan itu. "Itu hoaks," tegasnya. Tak cuma membantah, dia juga mengambil langkah tegas dengan melaporkan kasus ini ke Polda Metro Jaya untuk diusut tuntas.
Lantas, apa saja fakta seputar kasus yang ramai ini? Mari kita runut.
Pemicunya adalah unggahan di Threads. Platform itulah yang pertama kali memunculkan foto Uya Kuya beserta klaim 750 dapur MBG. Dalam sekejap, postingan itu jadi buah bibir.
Bantahan langsung dari sumbernya. Uya Kuya dengan gamblang menyatakan dirinya tak pernah memiliki, apalagi mengelola, ratusan dapur MBG seperti yang dituduhkan. Semua informasi yang beredar, kata dia, sama sekali tidak benar.
Nah, yang menarik, foto yang dipakai dalam unggahan viral itu ternyata hasil editan. Menurut laporan yang diajukan, gambar asli telah dimanipulasi dan dipasangkan dengan teks yang menyesatkan. Jelas-jelas tidak sesuai fakta di lapangan.
Di sisi lain, memang benar Uya Kuya punya bisnis kuliner. Tapi itu sama sekali berbeda dengan program MBG yang dijalankan pemerintah. Narasi yang beredar terlihat jelas memelintir fakta ini untuk menciptakan kesan yang salah.
Alhasil, urusan ini berujung ke ranah hukum. Merasa nama baiknya tercemar, Uya Kuya resmi melaporkan kasus penyebaran berita bohong tersebut pada Sabtu, 18 April 2026.
Kabar itu dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya, Budi Hermanto.
"Iya benar (Uya Kuya membuat laporan) penyebaran berita bohong," ujarnya, Minggu (19/4/2026).
Saat ini, proses penyelidikan masih berjalan. Polisi sedang menelusuri asal muasal dan pelaku di balik penyebaran konten hoaks tersebut. Uya Kuya sendiri berharap langkah hukum ini tak cuma membersihkan namanya, tapi juga memberi efek jera. Sekaligus mengingatkan kita semua untuk lebih cermat dan kritis sebelum mempercayai atau membagikan sebuah informasi di dunia maya.
Artikel Terkait
Silmy Karim Resmi Tersangka Korupsi, Presiden Prabowo Copot Jabatan Wakil Menteri Imigrasi
Pakar Lingkungan Peringatkan Risiko Kesehatan di Balik Kebiasaan Pakai Sarung Tangan Plastik Saat Makan
Pemerintah Tetapkan 1 Muharram 1448 H sebagai Hari Libur Nasional, Ini Sejarah dan Keutamaannya
Berbaring 20–30 Menit setelah Berhubungan Intim Dipercaya Bantu Tingkatkan Peluang Hamil