Kebiasaan menggunakan sarung tangan plastik saat makan di gerai kuliner, yang selama ini dianggap lebih higienis, justru menyimpan potensi risiko kesehatan yang perlu diwaspadai. Peringatan ini disampaikan oleh praktisi bisnis lingkungan sekaligus influencer, Saprian, yang akrab disapa Bang Sap, terkait bahaya senyawa kimia yang dapat berpindah dari plastik ke makanan.
Sarung tangan plastik sekali pakai yang umum disediakan pedagang biasanya terbuat dari bahan Polietilen (PE), termasuk jenis HDPE dan LDPE. Material ini dikenal fleksibel dan murah diproduksi, sehingga banyak digunakan untuk produk plastik sekali pakai. Namun, sifat tersebut justru menjadi masalah ketika bersentuhan langsung dengan makanan bersuhu tinggi atau berminyak.
“Sarung tangan plastik yang sering dipakai untuk makan biasanya berbahan politilen atau PE termasuk HDPE dan LDPE. Jika bahan ini kontak langsung dengan makanan yang panas dan berminyak, senyawa kimia dari bahan plastik lebih mudah berpindah ke makanan,” kata Bang Sap dalam pernyataannya, Sabtu (6/6/2026).
Menurut dia, aditif dalam plastik memiliki sifat lipofilik, yakni mudah larut dalam minyak dan lemak. Kondisi ini membuat perpindahan senyawa kimia dari plastik ke makanan semakin berpotensi terjadi, terutama pada hidangan yang bersuhu tinggi atau berminyak. “Nah, masalahnya kita malah sering pakai sarung tangan plastik untuk menu-menu makanan yang kayak gitu,” ujarnya.
Sementara itu, Bang Sap juga menyoroti temuan sejumlah penelitian mengenai keberadaan mikroplastik dalam tubuh manusia. Temuan tersebut disebut cukup luas, termasuk pada kelompok masyarakat di wilayah pesisir maupun komunitas tertentu yang menjadi objek studi. “Pada komunitas rural, tujuh pilot menemukan 63,64 persen atau tujuh dari 11 peserta memiliki mikroplastik pada saluran pencernaan,” ungkap Bang Sap.
Di sisi lain, ia mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menjaga kebersihan saat makan. Menurutnya, mencuci tangan menggunakan sabun dinilai lebih aman dan efektif dibandingkan penggunaan sarung tangan plastik sekali pakai. “Nah, dari data tersebut alangkah baiknya kalau kita mulai membiasakan cuci tangan sebelum makan bukan langsung mencari sarung tangan karena kalau tujuannya kebersihan cuci tangan pakai sabun justru lebih jelas manfaatnya,” kata Bang Sap.
Artikel Terkait
Silmy Karim Resmi Tersangka Korupsi, Presiden Prabowo Copot Jabatan Wakil Menteri Imigrasi
Pemerintah Tetapkan 1 Muharram 1448 H sebagai Hari Libur Nasional, Ini Sejarah dan Keutamaannya
Berbaring 20–30 Menit setelah Berhubungan Intim Dipercaya Bantu Tingkatkan Peluang Hamil
Berkas Lengkap, Dokter Richard Lee Segera Disidang di PN Tangerang