Geliat mobil listrik di Indonesia memang tak terbendung. Tapi, siapa sangka, justru varian plug-in hybrid atau PHEV yang kini diprediksi bakal jadi bintang. Ya, mobil yang menggabungkan mesin bensin dan motor listrik ini disebut-sebut punya peluang besar, terutama buat mereka yang belum siap total beralih ke listrik murni.
Yannes Martinus Pasaribu, pakar otomotif dari ITB, melihat ceruk ini cukup unik. Menurutnya, PHEV menarik bagi konsumen premium yang selama ini pakai bahan bakar nonsubsidi. Harganya yang fluktuatif, ikut arus global, bikin mereka mulai mikir ulang.
"Proyeksi pasar PHEV di 2026 tetap tumbuh stabil, terutama karena teknologi ini dianggap sebagai jembatan paling ideal," ujar Yannes kepada Bisnis, Jumat lalu.
Memang, harganya masih relatif tinggi. Tapi fleksibilitasnya jadi nilai jual. Anda bisa pakai mode listrik untuk jarak pendek, tapi tak perlu cemas mencari charger saat jalan jauh. Itu yang bikin banyak orang tertarik.
Data dari Gaikindo membuktikan lonjakannya fantastis. Di kuartal pertama 2026, penjualan wholesales mobil PHEV tembus 1.510 unit. Bandingkan dengan periode sama tahun lalu yang cuma 50 unit. Naik drastis, bukan?
Yannes menambahkan, kehadiran merek-merek China dengan harga Rp400-600 juta turut mengubah lanskap. Konsumen kelas atas mulai melihat PHEV bukan cuma soal gengsi, tapi juga efisiensi di tengah gejolak harga energi.
"Penjualan PHEV diperkirakan terus meningkat di kalangan konsumen menengah atas yang membutuhkan efisiensi bahan bakar serta pembaruan teknologi," jelasnya.
Di sisi lain, karakter PHEV yang masih punya mesin konvensional dinilai menjaga kenyamanan untuk touring jarak jauh. Baterainya yang lebih besar dari hybrid biasa juga bisa diisi ulang di rumah, bukan cuma mengandalkan mesin.
Pabrikan Ambil Ancang-Ancang
Melihat potensi ini, produsen pun tak tinggal diam. Wuling Motors, misalnya, sedang menyiapkan strategi khusus untuk menggarap segmen PHEV. Salah satunya dengan meluncurkan model baru dalam waktu dekat.
Brian Gomgom, Senior Brand Communication Manager Wuling, bilang pasar PHEV punya potensi besar sebagai tahap transisi. "Kami melihat saat ini yang memang punya peluang potensinya besar adalah PHEV. Karena PHEV itu sebenarnya ada satu kebiasaan yang mirip dengan BEV yaitu mobilnya bisa dicas langsung, jadi tidak hanya lewat mesin," ujarnya.
Wuling Darion PHEV yang dirilis akhir 2025 diklaim dapat respons bagus. Tak lama lagi, mereka akan perkenalkan model PHEV baru bernama Eksion. Menurut Gomgom, perkembangan pasar menunjukkan pergeseran ke listrik murni dan PHEV. Keduanya saling melengkapi.
Ada konsumen yang sudah siap loncat langsung ke EV. Tapi tak sedikit yang butuh masa adaptasi. Nah, di sinilah peran PHEV.
Pilihan Makin Banyak, Pasar Makin Ramai
Pandangan serupa datang dari Hyundai. Fransiscus Soerjopranoto, COO Hyundai Motors Indonesia, menilai beragamnya pilihan dari BEV, PHEV, sampai HEV justru memperluas pasar.
"Ada pelanggan yang belum ingin beralih dari kendaraan bermesin pembakaran internal ke mobil listrik berbasis baterai. Namun, ada pula konsumen yang setelah mencoba mobil listrik justru tidak kembali lagi ke kendaraan konvensional," kata Frans.
Baginya, kunci utamanya adalah menyediakan pilihan. Biar konsumen sendiri yang menentukan sesuai kebutuhan. Soalnya, kondisi pasar mobil nasional sendiri masih lesu. Data wholesales kuartal I/2026 cuma naik 1,7% secara tahunan. Penjualan ritel juga cuma naik tipis 0,5%.
"Seluruh pelaku industri tentu berharap penjualan otomotif meningkat," pungkasnya. Jika pasar tumbuh, itu pertanda ekonomi juga mulai membaik.
Siapa yang Paling Laris?
Lalu, merek mana yang mendominasi pasar PHEV kita sejauh ini? Berikut datanya untuk kuartal pertama 2026:
| Merek | Penjualan PHEV |
|---|---|
| Chery | 898 unit |
| Jaecoo | 229 unit |
| Wuling | 204 unit |
| Geely | 152 unit |
| Mazda | 17 unit |
| Volvo | 6 unit |
| BMW | 2 unit |
| Lexus | 2 unit |
Terlihat jelas, merek China seperti Chery memimpin dengan jarak yang cukup jauh. Menandakan strategi harga dan fitur mereka cukup diterima pasar. Perjalanan PHEV di Indonesia tampaknya baru saja dimulai.
Artikel Terkait
Menteri Fadli Zon Dorong Percepatan Restorasi Candi Sewu dan Keraton Ratu Boko
Hidayat Nur Wahid Apresiasi Kemenhaj Terapkan Aturan Baru Syarat Usia Haji
BP BUMN dan Danantara Pacu Transformasi Tata Kelola BUMN Karya
Askrindo Resmikan Mobil Pintar untuk Dongkrak Literasi Anak Usia Dini di Sarolangun