Lonjakan Harga Minyak Global Gagal Dongkrak Sektor Energi di Tengah Amukan IHSG

- Sabtu, 07 Maret 2026 | 13:50 WIB
Lonjakan Harga Minyak Global Gagal Dongkrak Sektor Energi di Tengah Amukan IHSG

Lonjakan harga minyak dunia pekan lalu sebenarnya bisa jadi angin segar bagi saham-saham energi di Bursa Efek Indonesia. Tapi, realitanya nggak sesederhana itu. IHSG yang ambruk tajam justru jadi cerita utama, menahan laju penguatan sektor migas.

Data harganya sendiri cukup fantastis. Minyak mentah WTI melonjak 12,21 persen hanya dalam sehari, ditutup di USD90,90 per barel pada Jumat (6/3/2026). Sementara Brent ada di posisi USD92,69. Kalau dilihat pergerakan sepekan, kenaikannya bahkan lebih gila lagi. WTI melesat 35,63 persen! Ini jadi reli mingguan terbesar sejak masa pandemi 2020 lalu.

Dengan kondisi begitu, beberapa emiten migas masih bisa menunjukkan taring. APEX jadi yang paling perkasa, meroket 11,54 persen ke level Rp232. RUIS juga tak kalah, menguat 8,06 persen. Ada pula ENRG dan MEDC yang masing-masing naik 3,69 persen dan 2,32 persen.

Tapi, ceritanya nggak seragam buat semua perusahaan.

Di sisi lain, tekanan jual justru menghantam saham-saham energi lainnya. RATU, misalnya, terpukul paling dalam dengan penurunan hampir 23 persen ke Rp5.550. RAJA dan AKRA juga ikut terperosok, mencerminkan betapa selektifnya pasar saat ini.

Lalu, apa yang bikin reli minyak global gagal mendongkrak sektor ini secara keseluruhan? Jawabannya ada pada pelemahan pasar domestik yang luar biasa berat. IHSG anjlok 7,89 persen dalam sepekan, berakhir di 7.585,69. Hanya satu hari hijau dalam lima sesi perdagangan. Suasana pasarnya benar-benar lesu.

Sentimen negatif datang dari mana-mana. Mulai dari eskalasi ketegangan AS-Israel dengan Iran yang bikin investor khawatir, sampai revisi outlook Indonesia oleh lembaga pemeringkat. Isu transparansi pasar saham kita juga ikut disorot. Ditambah lagi, aksi jual bersih investor asing senilai Rp2,48 triliun di pasar reguler semakin memperberat beban IHSG.

Jadi, meski harga komoditas energinya sedang bersinar, saham-sahamnya di dalam negeri masih harus berjuang keras melawan badai yang menerpa pasar secara keseluruhan. Performanya jadi terfragmentasi; ada yang kuat, banyak yang terkapar.

Perlu diingat, keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan Anda. Lakukan analisis mendalam sebelum bertindak.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar