Sektor pertanian tetap menjadi tulang punggung perekonomian global sekaligus sumber penghidupan bagi hampir satu miliar orang di seluruh dunia. Di tengah meningkatnya kebutuhan pangan, sejumlah negara tampil sebagai produsen komoditas pertanian terbesar berkat dukungan teknologi, lahan luas, serta kebijakan yang mendorong produktivitas.
China menempati posisi pertama sebagai produsen pertanian terbesar di dunia. Negara ini memproduksi padi, gandum, jagung, kedelai, kapas, dan kentang dalam skala masif. Lebih dari 300 juta tenaga kerja terserap di sektor pertanian China. Transformasi pertanian berbasis teknologi dan keberlanjutan menjadi kunci utama di balik capaian tersebut. Sektor ini berkontribusi sekitar delapan persen terhadap produk domestik bruto (PDB) China.
Di posisi kedua, Amerika Serikat dikenal sebagai pemimpin teknologi pertanian modern sekaligus produsen jagung terbesar dunia. Kontribusi sektor pertanian, pangan, dan industri terkait di AS mencapai sekitar 5,5 persen dari PDB, atau setara 1,537 triliun dolar AS pada 2023.
Sementara itu, Brasil menempati urutan ketiga dengan kekuatan utama pada komoditas kedelai, kopi, jagung, daging sapi, dan jeruk. Sekitar 41 persen wilayah negara tersebut dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian. Posisi berikutnya ditempati India yang menjadi salah satu produsen terbesar padi, gandum, kapas, tebu, serta berbagai buah tropis dan rempah-rempah. Sektor pertanian India menyerap sekitar 45,5 persen tenaga kerja nasional.
Rusia berada di posisi kelima dengan dukungan lebih dari 23 juta hektare lahan budidaya. Sebagian besar lahan tersebut digunakan untuk memproduksi gandum, jelai, oat, dan jagung. Sektor ini menyumbang sekitar enam persen terhadap PDB Rusia dan mempekerjakan sekitar 16 persen penduduknya.
Prancis dan Meksiko menempati peringkat keenam dan ketujuh. Prancis dikenal sebagai salah satu lumbung pangan Eropa dengan lebih dari 700 ribu unit usaha pertanian. Meksiko unggul dalam produksi gandum, tebu, jagung, cabai, alpukat, dan kedelai. Di kedua negara tersebut, pertanian tetap menjadi sektor penting bagi perekonomian nasional.
Jepang, meskipun memiliki keterbatasan lahan, berhasil membangun pertanian berteknologi tinggi yang produktif, terutama untuk komoditas padi. Jerman menjadi salah satu produsen utama pertanian di Uni Eropa dengan fokus pada praktik pertanian berkelanjutan dan organik. Turki melengkapi daftar sepuluh besar berkat kondisi iklim yang mendukung serta kemampuan memenuhi kebutuhan pangan domestiknya secara mandiri.
Indonesia belum masuk dalam daftar sepuluh produsen pertanian terbesar dunia berdasarkan volume produksi komoditas. Namun, sektor pertanian memegang peran strategis dalam perekonomian nasional, terutama sebagai penopang ketahanan pangan dan penyerap tenaga kerja di pedesaan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras nasional sepanjang 2025 diperkirakan mencapai 34,71 juta ton, meningkat 13,36 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, produksi padi diperkirakan mencapai 60,25 juta ton gabah kering giling (GKG).
Artikel Terkait
ShopeePay Luncurkan Kampanye Pasti Gratis, Bebaskan Biaya Admin Transfer dan Tarik Tunai
BPII Kurangi Modal Anak Usaha di Singapura Senilai Rp34,71 Miliar
Argentina Jadi Negara dengan Utang Terbesar ke IMF, Capai Rp680 Triliun
TOTO Bagikan Dividen Final Rp134 Miliar untuk Tahun Buku 2025