Argentina tercatat sebagai negara dengan kewajiban kredit terbesar kepada Dana Moneter Internasional (IMF), mencapai sekitar 42,55 miliar dolar AS per 1 Juni 2026. Negara yang identik dengan megabintang sepak bola Lionel Messi itu memuncaki daftar debitur terbesar dalam catatan lembaga keuangan global tersebut.
Dalam dua dekade terakhir, Argentina beberapa kali bergantung pada pendanaan IMF untuk menjaga stabilitas ekonominya. Pada awal 2000-an, IMF sempat menyalurkan dana sebesar 88,3 miliar dolar AS untuk menyelamatkan perekonomian Argentina. Namun, pada 2006 di bawah pemerintahan Néstor Kirchner, seluruh utang tersebut berhasil dilunasi.
Situasi kembali berulang ketika pemerintahan Mauricio Macri pada 2018 mengajukan dana talangan sebesar 50 miliar dolar AS, yang saat itu menjadi salah satu paket penyelamatan terbesar dalam sejarah IMF. Krisis berlanjut hingga Argentina kembali mengajukan pinjaman sebesar 44 miliar dolar AS pada 2022.
Kini, di bawah pemerintahan Presiden Javier Milei yang mulai menjabat pada 2023, Argentina menjalankan reformasi ekonomi yang mendapat perhatian IMF. Pemerintah Milei bahkan tengah menjajaki kemungkinan program pinjaman baru tahun ini.
Di posisi kedua, Ukraina tercatat memiliki utang sebesar 10,69 miliar dolar AS. Pakistan menyusul di urutan ketiga dengan kewajiban kredit mencapai 8,21 miliar dolar AS. Sementara itu, Ekuador dan Mesir masing-masing menempati posisi keempat dan kelima dengan utang sebesar 7,28 miliar dolar AS dan 7,25 miliar dolar AS.
Artikel Terkait
BPII Kurangi Modal Anak Usaha di Singapura Senilai Rp34,71 Miliar
TOTO Bagikan Dividen Final Rp134 Miliar untuk Tahun Buku 2025
33 Komunitas dan MNC Insurance Ramaikan Festival Kendaraan Klasik The Heritage Vol. 1 di Lembang
Elnusa Raih Kredit 20 Juta Dolar AS dari BRI untuk Perkuat Modal Kerja