Lagi-lagi, Donald Trump membuat dunia terbelalak. Kali ini, melalui akun Truth Social-nya, mantan Presiden AS itu mengunggah gambar dirinya yang dibuat dengan teknologi kecerdasan buatan namun dengan wajah yang disamarkan menyerupai Yesus Kristus. Unggahan itu muncul di tengah hubungannya yang sedang sangat runyam dengan Vatikan.
Belakangan ini, Trump memang kerap melontarkan kritik pedas terhadap Paus Leo XIV. Ia menyebut pemimpin umat Katolik tersebut sebagai figur liberal yang dianggapnya lamban, bahkan lemah, dalam menyikapi program nuklir Iran. Serangan verbal itu sudah memancing gelombang kecaman internasional.
“Tindakan ini tidak pantas dan merendahkan,” ujar Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni, dalam pernyataan singkatnya.
Dari Tehran, Presiden Iran Masoud Pezeshkian juga tak kalah keras mengecam. Namun, semua kritik itu seolah hanya angin lalu bagi Trump. Alih-alih meminta maaf, ia malah balik menyerang kredibilitas Paus dalam menangani isu kejahatan lintas negara.
Di sisi lain, gelombang kontroversi ini ternyata memantik kekhawatiran serius di dalam negeri. Banyak yang mempertanyakan, apa yang sebenarnya terjadi di balik layar.
Jamie Raskin, anggota Kongres dari Partai Demokrat, kini mendesak agar proses pemakzulan terhadap Trump segera dilanjutkan. Raskin punya alasan kuat. Menurutnya, ada tanda-tanda penurunan kapasitas kognitif yang mengkhawatirkan pada Trump, sebuah kondisi yang berpotensi membahayakan keamanan nasional AS.
Kekhawatiran itu bukannya tanpa dasar. Kebijakan Trump terhadap Iran belakangan dinilai semakin agresif dan tidak terprediksi, bahkan telah memicu baku tembak di lapangan. Bagi para pengkritiknya, unggahan gambar kontroversial itu bukan sekadar lelucon buruk, melainkan potret dari sebuah masalah yang jauh lebih dalam.
Namun begitu, di tengah segala keributan ini, Trump tetap berdiri tegak. Ia sepertinya tak berniat mengubah langkah, justru semakin menggila. Dunia pun hanya bisa menunggu, apa lagi yang akan terjadi berikutnya.
Artikel Terkait
Persija Amankan Tiga Poin dari PSBS Biak, Tekan Pesaing di Puncak Klasemen
Kementerian Haji dan Umrah Diuji, Kloter Pertama Berangkat 22 April 2026
Iran Tegaskan Tolak Pembicaraan dengan AS, Gencatan Senjata Hampir Berakhir
BMKG Prakirakan Hujan Guyur Jakarta Sore Ini