Kue Bugis, Jajanan Tradisional Sulsel yang Kini Bersaing dengan Tren Dubai Chewy Cookie

- Sabtu, 06 Juni 2026 | 11:00 WIB
Kue Bugis, Jajanan Tradisional Sulsel yang Kini Bersaing dengan Tren Dubai Chewy Cookie

Belakangan ini, jagat media sosial diramaikan oleh kemunculan Dubai Chewy Cookie, kudapan modern dengan tekstur kenyal dan isian melimpah yang langsung mencuri perhatian. Namun, jauh sebelum tren tersebut merebak, masyarakat Sulawesi Selatan telah lama mengenal jajanan tradisional dengan karakteristik yang tak kalah menarik. Namanya Kue Bugis, kue tradisional khas Bugis-Makassar yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari khazanah kuliner daerah tersebut selama bertahun-tahun.

Sekilas, kedua kudapan ini memang berbeda dari segi bahan baku maupun tampilan. Akan tetapi, keduanya memiliki benang merah yang sama: menyuguhkan perpaduan antara kulit yang lembut dengan isian yang menjadi pusat perhatian. Kue Bugis sendiri dikenal sebagai jajanan pasar yang terbuat dari tepung ketan, dibentuk menyerupai bantal kecil, lalu diisi dengan unti kelapa manis. Sebelum dikukus hingga matang, adonan tersebut dibungkus rapi menggunakan daun pisang. Teksturnya yang kenyal, lembut, dan legit membuat kue ini masih setia menjadi salah satu primadona di berbagai pasar tradisional hingga saat ini.

Keistimewaan Kue Bugis tidak lepas dari tiga elemen utama yang membentuknya. Pertama, kulit ketan yang kenyal dan lembut. Bagian luar kue ini dibuat dari campuran tepung ketan dan santan, menghasilkan tekstur elastis saat digigit. Pada versi tradisional, warna hijau alami diperoleh dari ekstrak pandan atau daun suji, yang sekaligus memberikan aroma harum khas. Kedua, isian unti kelapa yang manis dan wangi. Di balik kulitnya yang lembut, terdapat isian berupa kelapa parut yang dimasak bersama gula merah dan daun pandan. Perpaduan rasa manis, gurih, dan aroma pandan inilah yang menjadi ciri khas yang sulit tergantikan. Ketiga, pembungkus daun pisang. Sebelum dikukus, adonan dibungkus menggunakan daun pisang muda. Selain menjaga bentuknya, daun pisang juga memberikan aroma khas yang memperkaya cita rasa kue.

Sementara itu, Dubai Chewy Cookie hadir dengan konsep yang lebih modern. Kudapan viral ini menggunakan lapisan luar berbahan marshmallow dan cokelat yang kenyal, kemudian diisi dengan pasta pistachio dan kunafa renyah khas Timur Tengah. Meskipun berasal dari latar belakang budaya yang berbeda, keduanya memiliki satu kesamaan mendasar: sama-sama mengandalkan kombinasi kulit yang lembut dengan isian melimpah sebagai daya tarik utama.

Bagi masyarakat yang ingin merasakan sendiri kelezatan Kue Bugis, kudapan ini dapat dibuat dengan bahan-bahan yang relatif sederhana. Beberapa bahan yang diperlukan antara lain 500 gram tepung ketan, setengah butir kelapa parut, 200 gram gula merah, satu bungkus vanili, santan dan garam secukupnya, serta daun pisang untuk membungkus. Proses pembuatannya dimulai dengan memasak gula merah bersama sedikit air, vanili, dan garam hingga larut. Setelah itu, kelapa parut dimasukkan dan diaduk hingga mengering menjadi unti kelapa. Secara terpisah, tepung ketan dicampur dengan santan sedikit demi sedikit hingga menjadi adonan yang kalis. Ambil sebagian adonan, pipihkan, lalu isi dengan unti kelapa dan bentuk kembali hingga tertutup rapat. Adonan kemudian dibungkus dengan daun pisang dan dikukus hingga matang.

Di tengah gempuran tren kuliner yang terus berganti, Kue Bugis membuktikan bahwa jajanan tradisional tetap memiliki daya tariknya sendiri. Tekstur kenyal, aroma daun pisang yang khas, serta isian unti kelapa yang manis membuat kudapan ini tetap bertahan dan dicintai lintas generasi. Pertanyaannya kini, apakah Anda tetap setia pada Kue Bugis tradisional atau justru penasaran untuk mencicipi Dubai Chewy Cookie yang sedang viral?

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar