Angka korban tewas akibat banjir dan longsor di Sumatera kembali bertambah. Menurut data terbaru dari BNPB, jumlahnya kini mencapai 1.016 jiwa. Namun, ada hal unik yang mempengaruhi perhitungan ini. Ternyata, sebagian dari jasad yang ditemukan bukanlah korban baru bencana ini.
Menurut Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, kondisi ekstrem tak hanya menghantam permukiman. "Banjir dan longsor juga berdampak di area pemakaman," jelasnya dalam konferensi pers daring, Minggu (14/12/2025).
"Ini kemudian diidentifikasi beberapa korban yang sebelumnya sudah meninggal, tapi karena area pemakaman ini terdampak, kemudian jasadnya juga ditemukan oleh tim gabungan pencarian," lanjut Abdul.
Nah, untuk memilah data, pemerintah kabupaten setempat melakukan verifikasi ketat. Mereka melakukan pencocokan nama dan alamat, atau yang disebut identifikasi "by name by address". Proses ini berjalan dari tingkat kecamatan.
Hasilnya? Meski angka kematian harian sempat naik, verifikasi itu justru bisa menyesuaikan total akhir. Jadi, penambahan itu tidak semata-mata berasal dari korban baru.
Artikel Terkait
Pertumbuhan Kredit Perbankan Februari 2026 Capai 9,37%, Didorong Kredit Investasi
Lavrov Peringatkan Isu Palestina Terlupakan di Tengah Konflik Timur Tengah
Reza Rahadian Ungkap Penyebab Sulitnya Temukan Jodoh: Tak Kendalikan Akun Instagram Sendiri
Pria Diduga Pencuri HP Diamankan Usai Dikejar Jemaah di Masjid Istiqlal