Kompleks pangkalan udara Pangeran Sultan di Arab Saudi jadi sasaran. Serangan rudal Iran beberapa hari terakhir ternyata mengenai aset militer Amerika Serikat yang ada di sana. Menurut laporan, sedikitnya lima pesawat militer AS kena imbas dan mengalami kerusakan.
Untungnya, situasinya tidak separah yang dibayangkan. Militer Washington dengan tegas menyatakan kelima pesawat itu tidak hancur. Mereka masih bisa diselamatkan dan saat ini sedang dalam proses perbaikan. Kabar baik lainnya, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.
Laporan awal soal kerusakan ini datang dari Wall Street Journal, yang mengutip dua pejabat AS yang enggan disebut namanya. Media terkemuka AS itu menyebut pesawat yang rusak adalah pesawat pengisian bahan bakar di udara aset vital untuk operasi udara yang panjang.
Menurut sejumlah saksi, serangan itu terjadi saat pesawat-pesawat tersebut berada di darat. Pangkalan di al-Kharj itu sendiri dikenal sebagai lokasi penempatan puluhan jet tempur AS. Jadi, targetnya jelas area strategis.
Namun begitu, Pentagon sendiri masih tutup mulut. Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak mereka terkait laporan WSJ. Informasi masih mengalir dari sumber-sumber anonim yang dekat dengan situasi.
Intinya, lima pesawat pengisian bahan bakar itu rusak, tapi tidak hancur total. Dan serangan itu, sekali lagi, diklaim berasal dari rudal Iran yang menargetkan wilayah Saudi. Situasi di kawasan memang tetap panas, dan insiden seperti ini hanya menambah daftar ketegangan.
Artikel Terkait
Polisi Jerman Bubarkan Hells Angels Leverkusen, Sita Aset Rp43 Miliar dalam Operasi Besar
Anggota DPR Dorong Penyediaan Air Bersih dan Fasilitas Olahraga di Lapas Perempuan Jayapura
Kereta Bathara Kresna Terpaksa Berhenti di Solo karena Mobil Land Cruiser Parkir Terlalu Dekat Rel
Taksi Listrik Mogok Korsleting di Perlintasan, Picu Tabrakan Beruntun Kereta Api di Bekasi Timur