Kapten Timnas Iran Selamat dari Perampokan di Meksiko Setelah Identitasnya Dikenali Kartel

- Jumat, 12 Juni 2026 | 10:15 WIB
Kapten Timnas Iran Selamat dari Perampokan di Meksiko Setelah Identitasnya Dikenali Kartel

Kapten tim nasional Iran, Alireza Jahanbakhsh, membagikan pengalaman menegangkan yang justru memperkuat rasa aman timnya saat menjalani pemusatan latihan di Meksiko. Insiden perampokan yang melibatkan anggota kartel narkoba berubah menjadi momen tak terduga setelah identitas kewarganegaraan mereka terungkap.

Dalam wawancara yang dikutip dari Aljazeera pada Jumat, 12 Juni 2026, Jahanbakhsh mengungkapkan bahwa timnya merasa betah berlatih di negara tersebut. “Kami suka training camp di Meksiko. Penduduknya sangat ramah. Saya mendapat informasi bahwa kartel-kartel di sini cukup menyukai kami, orang Iran,” ujarnya.

Sebelumnya, Jahanbakhsh mendengar kabar dari warga setempat mengenai simpati khusus para kartel terhadap warga Iran. Cerita itu terbukti saat ia dan seorang rekannya mengalami perampokan dalam perjalanan menuju daerah Tulum. Sekelompok pria bertopeng mencegat mereka, memerintahkan keduanya turun dari mobil, dan membalikkan badan sambil menghadap kendaraan.

“Mereka menangkap kami. Semua pelaku menutup wajah. Kami ada di dalam mobil, lalu mereka menyuruh kami keluar dan berjalan. Perintahnya, letakkan tangan di mobil,” kenang Jahanbakhsh.

Para perampok mulai memeriksa barang bawaan, namun Jahanbakhsh dan rekannya tidak membawa apa pun karena baru tiba dari Belanda. Salah seorang pria bertopeng kemudian bertanya asal negara mereka. Jahanbakhsh awalnya menjawab “Belanda”, tetapi rekannya yang bernama Benjamin berbisik, “Ali, katakan Iran. Sebut Iran. Mereka baik-baik saja dengan Iran.”

Saat ditanya kembali, Benjamin pun menjawab, “Iran.” Mendengar jawaban itu, si pria bertopeng tersenyum. “Dia tersenyum lalu berkata, ‘Iran.’ Kemudian dia memerintahkan, ‘Ikutlah denganku,’” tutur Jahanbakhsh.

Ia tidak merinci lebih lanjut apa yang terjadi setelah perintah tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa dirinya dan rekannya berhasil lolos tanpa cedera berkat pengakuan sebagai warga Iran. “Saya tidak tahu harus menjelaskannya seperti apa. Tetapi teman saya sering ke Meksiko dan dia bilang, kenyataannya kartel-kartel itu menyukai orang Iran. Apakah benar? Ya, benar. Ini poin menarik,” tutupnya.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar