Eks Napi Terorisme Penerobos Istana Sukses Produksi Chicken Jepun, Tembus 50 Restoran dan 17 Dapur MBG

- Minggu, 24 Mei 2026 | 12:15 WIB
Eks Napi Terorisme Penerobos Istana Sukses Produksi Chicken Jepun, Tembus 50 Restoran dan 17 Dapur MBG

Sebuah stan di kawasan car free day (CFD) Bundaran HI, Jakarta Pusat, menjadi pusat perhatian warga karena menjajakan aneka produk hasil karya warga binaan dari sejumlah Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). Salah satu produk yang menonjol adalah Chicken Jepun, makanan olahan ayam yang diproduksi oleh Jamaludin (49), warga binaan Lapas Sentul. Produk ini telah dipasarkan selama satu tahun dan menjadi bukti nyata hasil pembinaan keterampilan di dalam lapas.

Jamaludin mengungkapkan bahwa seluruh ilmu pembuatan frozen food, termasuk Chicken Jepun, diperolehnya selama menjalani masa pembinaan di Lapas Sentul. “Alhamdulillah Chicken Jepun ini sudah berjalan 1 tahun. Ini ilmu murni dari Lapas Sentul. Dari Lapas Sentul luar biasa banyak sekali ilmu-ilmu yang diberikan, di antaranya adalah pembuatan frozen food,” ujarnya saat ditemui di lokasi CFD, Minggu (24/5/2026).

Pria tersebut merupakan eks narapidana kasus terorisme yang terlibat dalam upaya penerobosan Istana Negara pada tahun 2022. Ia mengaku bersyukur atas pembinaan yang diterimanya di Lapas Sentul hingga akhirnya mampu menciptakan produk makanan olahan yang bernilai ekonomi. “Sebelum di Lapas kita ada satu kasus, ya, Istana Merdeka. Kasus Istana Merdeka akhirnya masuklah walaupun memang awalnya juga nggak nyangka kasus seperti itu. Tapi itulah qadarullah. Tapi saya bersyukur pada akhirnya menemukan satu produk yang diberikan di pembinaan di Lapas Sentul,” katanya.

Jamaludin menjelaskan bahwa ia awalnya divonis hukuman empat tahun penjara. Namun, berkat kelakuan baik selama masa tahanan, vonis tersebut dikurangi menjadi dua tahun dua bulan. “Masuk 2022, menjelang pemilu. Vonis 4 tahun, tapi menjalankan karena baik di sana, menjalankan cuman 2 tahun 2 bulan,” ujarnya.

Produk olahan beku buatannya kini telah menembus pasar yang cukup luas. Jamaludin mengaku telah menyuplai Chicken Jepun ke 50 restoran dan kafe di kawasan Jabodetabek. Selain itu, produknya juga masuk ke sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). “Akhirnya kita masuk di beberapa outlet, alhamdulillah sudah punya 50 cabang di seluruh Jabodetabek. Dan alhamdulillah kita sudah masuk dapur MBG, kurang lebih 7 dapur, dan sudah masuk lagi 10 dapur lagi. Kurang lebih ada 17 Insyaallah masuk lagi,” jelasnya.

Di sisi lain, Jamaludin mengaku lingkungan tempat tinggalnya menyambut positif usahanya. Para tokoh masyarakat di sekitar rumahnya bahkan sempat tidak menyangka dirinya pernah terlibat dalam kasus terorisme. “Lingkungan positif semua dengan saya alhamdulillah, bahkan semua tokoh pada saat saya pulang itu datang ke rumah, karena nggak nyangka kalau kena kasus itu,” tuturnya.

Dari usaha yang dirintisnya, Jamaludin telah membuka lapangan kerja bagi 13 orang. Ia pun berencana menambah jumlah karyawan dalam waktu dekat seiring dengan perluasan kapasitas produksi. “Hari ini 13 orang, Pak. Ini sudah buka lowongan lagi, sudah masuk ada 20 tapi kita seleksi kurang lebih 10 lagi. Bulan depan kita nambah 10 karyawan lagi karena sudah diperbesar,” pungkasnya.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Tags