Di kompleks Hotel Asialink Batam, suasana Rabu siang itu tampak berbeda. Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, baru saja menggunting pita, menandai peresmian Kantor Pusat Promosi Investasi Daerah atau PPID. Acara ini jadi buah kolaborasi nyata antara APKASI dan International Business Association (IBA).
“Nah ini langkah penting,” ujar Tito dalam keterangannya.
“Untuk menjual promosi Indonesia.”
Menurutnya, fasilitas baru ini bukan sekadar kantor biasa. Ia mendorong agar promosi digencarkan hingga ke luar negeri. Alasannya sederhana: potensi produk kerajinan tangan kita luar biasa melimpah. Sayangnya, semua itu masih terhambat karena promosi yang minim. Padahal, kualitasnya tak kalah dari produk impor.
Di sisi lain, Tito juga menyoroti potensi lain. Produk hortikultura, misalnya. Ia menilai komoditas ini cukup menjanjikan untuk dipasarkan ke Singapura. Secara geografis, jarak Batam dan Singapura relatif dekat. Posisi strategis ini membuka peluang yang lebar untuk menembus pasar internasional.
“Tidak ada salahnya kita tarik, kita manfaatkan posisi strategis mereka dalam bidang ekonomi dan keuangan,” tegasnya.
“Untuk mempromosikan produk-produk kita sekaligus mengundang investasi.”
Keberadaan PPID di Batam diharapkan bisa jadi pintu gerbang. Pintu yang membuka investasi dari berbagai negara langsung ke daerah-daerah. Tito punya harapan besar. Ia mengajak para kepala daerah untuk tak sungkan memamerkan produk unggulan mereka di kantor baru ini.
Dengan menampilkan keunikan itu, calon investor diharapkan tertarik. Mereka bisa melihat langsung apa yang ditawarkan setiap daerah, sesuatu yang mungkin tak ditemukan di negara lain.
Mendagri jelas mendukung penuh inisiatif APKASI dan IBA ini. Apresiasi ia sampaikan, sambil berharap kerja sama ini makin kuat ke depannya.
“(Saya berharap kepala daerah) ikut untuk men-display barang-barangnya yang betul-betul potensial. Atau potensi investasi di daerahnya yang menarik, unik,” kata Tito.
“Dan tempat inilah tempat yang menurut saya bagus karena ini dekat dengan Singapura.”
Ia menambahkan, dengan nada penuh keyakinan, “Kecil tapi dia influential karena dia pusat ekonomi dan keuangan.”
Artikel Terkait
Korlantas Gelar Dialog dengan Komunitas Ojol, Dapat Apresiasi Atas Pergeseran Paradigma
Kapolda Riau Tegaskan: Citra Polri Dibangun dari Komunikasi Humanis dan Integritas Internal
BEI Pastikan Komunikasi dengan MSCI Berjalan Konstruktif Soal Reformasi Pasar
Gus Ipul Siapkan 10 Titik Baru Sekolah Rakyat untuk Seribu Anak Putus Sekolah