Di kompleks Hotel Asialink Batam, suasana Rabu siang itu tampak berbeda. Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, baru saja menggunting pita, menandai peresmian Kantor Pusat Promosi Investasi Daerah atau PPID. Acara ini jadi buah kolaborasi nyata antara APKASI dan International Business Association (IBA).
“Nah ini langkah penting,” ujar Tito dalam keterangannya.
“Untuk menjual promosi Indonesia.”
Menurutnya, fasilitas baru ini bukan sekadar kantor biasa. Ia mendorong agar promosi digencarkan hingga ke luar negeri. Alasannya sederhana: potensi produk kerajinan tangan kita luar biasa melimpah. Sayangnya, semua itu masih terhambat karena promosi yang minim. Padahal, kualitasnya tak kalah dari produk impor.
Di sisi lain, Tito juga menyoroti potensi lain. Produk hortikultura, misalnya. Ia menilai komoditas ini cukup menjanjikan untuk dipasarkan ke Singapura. Secara geografis, jarak Batam dan Singapura relatif dekat. Posisi strategis ini membuka peluang yang lebar untuk menembus pasar internasional.
“Tidak ada salahnya kita tarik, kita manfaatkan posisi strategis mereka dalam bidang ekonomi dan keuangan,” tegasnya.
“Untuk mempromosikan produk-produk kita sekaligus mengundang investasi.”
Artikel Terkait
Kapolri Resmikan 57 Jembatan Merah Putih Presisi di Sumsel, Permudah Akses Warga
Gunung Semeru Erupsi, Luncurkan Awan Panas ke Besuk Kobokan
AS Setujui Penjualan Darurat 12.000 Bom ke Israel Senilai Rp2,4 Triliun
Kapolri Pimpin Penanaman Jagung Serentak untuk Dukung Program Pangan Prabowo