Washington kembali menunjukkan dukungannya. Kali ini, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat memberi lampu hijau untuk penjualan darurat 12.000 selongsong bom kepada Israel. Langkah ini muncul di tengah ketegangan yang makin menjadi-jadi di Timur Tengah, terutama setelah konflik dengan Iran memanas.
Nilai transaksinya tak main-main: sekitar 151,8 juta dolar AS. Amunisi yang dibeli adalah bom seberat 1.000 pon, atau setara 450 kilogram. Yang mengesetujui bukan sembarang pihak, melainkan Biro Urusan Politik-Militer di Deplu AS sendiri.
Dalam pernyataan resminya, biro itu berargumen bahwa penjualan ini punya beberapa tujuan sekaligus.
"Penjualan ini akan meningkatkan kemampuan Israel untuk menghadapi ancaman saat ini dan di masa mendatang, memperkuat pertahanan dalam negerinya, dan berfungsi sebagai pencegah terhadap ancaman regional,"
Demikian bunyi pernyataan yang dikutip kantor berita AFP, Sabtu (7/3/2026).
Artikel Terkait
Presiden Iran Kecam AS-Israel dalam Telepon dengan Putin, Desak Dukungan Internasional
Malut United Tantang PSM Makassar yang Terpuruk di BRI Liga 1
Kapolri Pimpin Aksi Tanam Jagung Nasional, Targetkan Produksi Hampir 2 Juta Ton
Perang dengan Iran Rugikan Ekonomi Israel Rp50 Triliun per Pekan