Menjelang Lebaran 2026, suasana di pusat perbelanjaan seharusnya sudah riuh dengan persiapan. Tapi tahun ini, ada satu masalah yang bikin para peritel agak resah: barang impor telat datang. Keterlambatan ini, jika berlarut, berpotensi mengganggu kelancaran perdagangan di mal-mal tepat di momen belanja puncak.
Di sisi lain, stok barang produksi dalam negeri disebut-sebut masih relatif aman. Setidaknya itu yang disampaikan Budihardjo Iduansjah, Ketua Umum HIPPINDO. Namun begitu, untuk produk-produk yang datang dari luar negeri, ceritanya jadi lain.
“Kita berusaha memenuhi stok. Stok yang ada dari lokal cukup terjaga, namun untuk impor kami menghadapi masalah,”
katanya saat ditemui di Senayan City Mall, Jumat lalu.
Budihardjo lantas menyoroti satu hal: tahun 2026 ini memang penuh dengan momen belanja yang berhimpitan. Coba bayangkan, dari Imlek, Cap Go Meh, langsung masuk Ramadan dan berujung pada Lebaran. Semuanya berjejalan dalam rentang waktu yang singkat.
Alhasil, tekanan untuk menumpuk stok barang pun jadi jauh lebih besar. Permintaannya melonjak dalam waktu singkat.
Artikel Terkait
BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat dan Angin Kencang di Jabodetabek hingga 11 Maret
Pemerintah Targetkan Transaksi BINA Lebaran 2026 Capai Rp53 Triliun
Terminal Pulogebang Masih Sepi, Puncak Mudik Diprediksi 17-19 Maret
Dua Perusahaan China Menang Lelang PLTSa Bekasi dan Denpasar, Dampak Ekonomi Ditaksir Rp14 Triliun