Polisi menangkap dua orang yang diduga kuat sebagai pelaku pembunuhan terhadap seorang pedagang cilok berinisial P (33) di Desa Pasir Gadung, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten. Kedua terduga pelaku yang tak lain adalah ayah dan anak ini diamankan saat tengah berupaya melarikan diri dari kejaran aparat.
Kedua tersangka, yang diidentifikasi dengan inisial BT (41) dan MS (17), ditangkap di Terminal Pasar Rebo, Jakarta Timur, pada Jumat (5/6/2026). Mereka diduga hendak kabur menuju Jawa Tengah ketika petugas berhasil mengamankan mereka tanpa perlawanan berarti. Penangkapan ini menjadi babak baru dalam pengungkapan kasus pembunuhan yang sempat menggegerkan warga Cikupa, setelah korban ditemukan tewas dengan luka-luka akibat senjata tajam di dalam rumah kontrakannya.
Kanit Reskrim Polsek Cikupa, Ipda Syaiful Rusdiansyah, membenarkan penangkapan tersebut. “Benar, dua terduga pelaku sudah kami amankan. Saat diamankan tidak ada perlawanan,” ujarnya, Sabtu (6/6/2026).
Dari hasil penyelidikan sementara, polisi mengungkap bahwa hubungan kedua terduga pelaku bukan sekadar rekan, melainkan juga memiliki ikatan darah. MS (17) diketahui tinggal satu kontrakan dengan korban dan sama-sama berprofesi sebagai pedagang cilok, sementara BT merupakan ayah kandung dari MS. “MS ini teman satu kontrakan korban, sesama pedagang cilok. Sedangkan BT ayah kandungnya,” kata Syaiful.
Meski demikian, polisi masih belum merinci secara gamblang peran masing-masing pelaku dalam peristiwa nahas tersebut. Proses pemeriksaan terhadap keduanya masih berlangsung secara intensif untuk mengungkap motif dan kronologi lengkap pembunuhan.
Sebelumnya, warga Desa Pasir Gadung digegerkan dengan penemuan mayat korban pada Selasa (2/6/2026). Korban pertama kali ditemukan oleh seorang saksi bernama Septiana yang datang untuk mengecek kondisi korban di tempat tinggalnya. Saat tiba di lokasi, saksi mendapati pintu kontrakan dalam keadaan terkunci. Di depan kontrakan, gerobak cilok milik korban masih terparkir. Setelah dilakukan pemeriksaan, korban ditemukan sudah meninggal dunia dengan kondisi mengenaskan.
Hasil identifikasi awal menunjukkan adanya delapan luka sayatan yang diduga akibat sabetan senjata tajam pada tubuh korban. Temuan ini menguatkan dugaan bahwa kematiannya merupakan akibat dari tindak pembunuhan. Saat ini, penyidik masih mendalami kemungkinan adanya faktor lain yang melatarbelakangi aksi kekerasan hingga menyebabkan korban kehilangan nyawa. “Saat ini penyidik masih mendalami peran masing-masing pelaku, termasuk mengungkap kronologi dan motif di balik pembunuhan tersebut,” ujar AKP Syaiful.
Hingga berita ini diturunkan, kedua terduga pelaku masih menjalani pemeriksaan di kepolisian. Polisi berjanji akan mengungkap secara tuntas kasus pembunuhan pedagang cilok yang menghebohkan warga Kabupaten Tangerang tersebut.
Artikel Terkait
Shin Tae-yong Makin Santer ke Persija, Dua Pemain Asing Ikut Dikaitkan
Mensos Gus Ipul Tegaskan Tak Ada Zona Aman bagi Korupsi di Kemensos
Megawati Syukuri Pencabutan TAP MPRS Soekarno Setelah 56 Tahun Penantian
Menkeu Pastikan Permintaan Pasar dan Penguatan Rupiah Jadi Kunci Jaga Produksi Tahu Tempe