Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, berhasil menciptakan mesin pengolah sampah yang mampu memisahkan sampah basah dan kering secara otomatis. Mesin tersebut telah melalui uji coba perdana dan dinyatakan berfungsi sesuai dengan yang diharapkan.
Inovasi ini dirancang untuk merespons perkembangan pesat yang terjadi di kawasan industri Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali. Karakteristik sampah di wilayah tersebut menjadi acuan utama dalam proses perancangan mesin, sehingga teknologi yang dihadirkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
“Alhamdulillah, hari ini kita sudah menyaksikan bersama bahwa sampah basah dan plastiknya bisa terpisah. Saya sangat puas dengan hasil pengujian perdana ini,” kata Iksan dalam keterangannya, Sabtu, 6 Juni 2026.
Menurut politikus Partai Golkar itu, kemampuan pemilahan sampah menjadi kunci penting dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif. Hal ini dinilai sangat relevan, terutama di Kecamatan Bahodopi yang mengalami pertumbuhan aktivitas industri dan jumlah penduduk yang sangat cepat.
Sementara itu, pengembangan fasilitas ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Morowali dan pihak kawasan industri. Keduanya berupaya mencari solusi jangka panjang terhadap persoalan sampah yang selama ini menjadi tantangan bersama. Terobosan tersebut mendapat apresiasi dari PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP).
Head Department Corporate Social Responsibility (CSR) PT IMIP, Tommy Adi Prayogo, menilai teknologi yang dihadirkan pemerintah daerah sangat sesuai dengan karakteristik sampah di Bahodopi, yang didominasi oleh sampah basah.
“Kami melihat ini sebagai inovasi yang sangat solutif dan memang dibutuhkan di Bahodopi. Karakteristik sampah di sini sebagian besar adalah sampah basah, sehingga teknologi ini menjadi solusi yang tepat,” ujar Tommy.
Ia juga mengapresiasi kemampuan mesin dalam memisahkan sampah organik dan sampah plastik sejak awal proses pengolahan. Menurut dia, teknologi tersebut merupakan langkah maju yang telah lama dinantikan untuk membantu mengatasi persoalan sampah di kawasan industri Bahodopi.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Morowali berharap fasilitas tersebut dapat beroperasi secara optimal dan menjadi model pengelolaan sampah modern. Dengan demikian, inovasi ini diharapkan mampu mendukung kebersihan lingkungan serta keberlanjutan kawasan industri di Morowali.
Artikel Terkait
15 Ton Sampah Berhasil Diangkut dari Sungai Cibanten Usai Pembersihan Dua Hari
Media Oman Kritik Pedas Pertahanan Timnasnya Usai Dibantai Indonesia 3-0
FBI Aktifkan Pusat Operasi Gabungan di 16 Kota untuk Amankan Piala Dunia 2026
PULDAPII dan LIMA Events Luncurkan Muslim EduFest, Pameran Pendidikan Islam untuk Bantu Orang Tua Pilih Sekolah Anak