Anggaran Terpotong, Pemprov Jakarta Hanya Mampu Revitalisasi 11 dari 22 Sekolah pada 2026

- Senin, 27 Juli 2026 | 02:20 WIB
Anggaran Terpotong, Pemprov Jakarta Hanya Mampu Revitalisasi 11 dari 22 Sekolah pada 2026

Pemerintah Provinsi Jakarta hanya bisa merevitalisasi 11 dari 22 sekolah yang direncanakan pada 2026. Pengurangan ini dipicu pemotongan Dana Bagi Hasil (DBH) dari pemerintah pusat.

Gubernur Jakarta Pramono Anung mengungkapkan, awalnya Pemprov mengalokasikan anggaran untuk merevitalisasi dan merenovasi 22 sekolah jenjang SD, SMP, dan SMA tahun ini. Namun, setelah pemotongan DBH, hanya tujuh sekolah yang dapat diprioritaskan.

"Sebenarnya untuk 2026 ini dianggarkan 22 SD, SMP, SMA yang akan direvitalisasi atau renovasi oleh pemerintah daerah. Tetapi karena kemudian ada pemotongan DBH, Dana Bagi Hasil, dari 22 itu menjadi 7 yang dijalankan," kata Pramono di Jakarta Selatan, Minggu (26/7/2026).

Pramono menjelaskan, SDN Kebayoran Lama Selatan 09 yang bangunannya sempat roboh menempati urutan kedelapan dalam daftar prioritas. Setelah menerima laporan dari Dinas Pendidikan serta Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan (Citata), Pemprov memutuskan menambah empat sekolah lagi ke program revitalisasi tahun ini.

"Maka saya memutuskan untuk ditambah 4 yang akan diselesaikan di tahun ini. Jadi ada 7 tambah 4 jadi ada 11," ujarnya.

Sekolah-sekolah yang belum mendapat giliran revitalisasi tahun ini akan diprioritaskan dalam anggaran tahun berikutnya.

Sebelumnya, Kepala Suku Dinas Pendidikan Jakarta Selatan Wilayah I Santoso memastikan proses belajar mengajar siswa SDN Kebayoran Lama Selatan 09 tetap berjalan meski bangunan rusak. Kegiatan belajar telah dipindahkan ke lokasi sementara.

Santoso mengungkapkan, pihaknya berencana menggabungkan sekolah yang berada dalam satu kompleks dengan SDN Kebayoran Lama Selatan 09 menjadi satu satuan pendidikan karena keduanya memiliki jumlah rombongan belajar yang sama.

"Kami berencana membangun gedung baru di lahan SDN Kebayoran Lama Selatan 09 yang kondisinya saat ini sudah roboh. Area sekolah yang ada saat ini nantinya akan dialihfungsikan menjadi akses pintu masuk serta lapangan," ujar Santoso, Jumat (24/7/2026).

Dia menegaskan seluruh kegiatan ekstrakurikuler tetap dilaksanakan, hanya saja lokasi dan jadwalnya disesuaikan dengan kondisi selama masa transisi.

"Saya memohon maaf kepada para orang tua murid dan masyarakat atas ketidaknyamanan serta pelayanan yang belum optimal selama masa transisi ini. Kami terus berupaya mencari solusi terbaik agar hak-hak anak didik tetap terpenuhi," katanya.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags