Pramono Minta Aksi Mata Elang di GBK Didalami, CCTV Pemprov DKI Jadi Alat Bukti

- Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:05 WIB
Pramono Minta Aksi Mata Elang di GBK Didalami, CCTV Pemprov DKI Jadi Alat Bukti

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyoroti aksi dua orang yang diduga mata elang menggesek nomor rangka kendaraan di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat. Ia meminta jajarannya mendalami kejadian tersebut untuk mengungkap motif di balik aksi itu.

Pramono mengatakan pengelolaan kawasan GBK sepenuhnya berada di bawah kewenangan manajemen yang diatur pemerintah pusat. Meski demikian, karena peristiwa itu terjadi di wilayah Jakarta, Pemprov DKI tetap memiliki tanggung jawab untuk ikut menanganinya.

"Di GBK itu sebenarnya kewenangannya sepenuhnya adalah manajemen yang diatur oleh pemerintah pusat. Tetapi bagaimanapun, karena terjadi di Jakarta, kami juga bertanggung jawab untuk itu," kata Pramono di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (22/8/2026).

Pramono mengaku telah meminta jajarannya mendalami kejadian tersebut, termasuk motif orang yang melakukan penggesekan nomor rangka kendaraan. "Saya sudah meminta untuk ini didalami, apa motif utamanya, apa keinginannya," ujarnya.

Dia menambahkan, aksi tersebut terekam kamera CCTV milik Pemprov DKI Jakarta. Rekaman itu nantinya dapat digunakan sebagai alat bukti apabila ditemukan adanya tindakan yang melanggar hukum. "Karena kemarin semuanya yang tidak disadari adalah siapa pun yang melakukan itu sudah terekam secara rangkap dalam CCTV yang dimiliki oleh Pemda DKI Jakarta," jelasnya.

Pramono menegaskan rekaman CCTV tersebut akan menjadi bagian penting dalam proses penanganan apabila pelaku terbukti melakukan tindakan yang melanggar hukum. "Dan itu nanti akan menjadi alat bukti kalau kemudian mereka melakukan tindakan yang tidak baik," pungkasnya.

Sebelumnya, beredar video yang memperlihatkan dua orang diduga mata elang beraksi di lokasi. Salah seorang di antaranya tampak masuk ke kolong mobil. Dalam narasi video, keduanya disebut sebagai debt collector yang menggesek nomor rangka kendaraan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan pihak kepolisian telah melakukan penyelidikan. Polisi juga tengah menyelidiki sosok terduga pelaku. "Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Pusat tengah menganalisis video yang beredar untuk mengetahui aktivitas dua orang di kolong kendaraan serta memastikan ada atau tidaknya unsur tindak pidana," kata Budi Hermanto kepada wartawan, Kamis (20/8).

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags