Shafira mengira kondisinya baik-baik saja setelah melahirkan pada Januari 2023. Pemeriksaan rutin ke dokter kandungan dan dokter anak berjalan lancar. Namun, tiga bulan kemudian, ia mulai mengalami batuk yang semakin parah dan sesak napas. Aktivitas sederhana seperti salat pun terasa berat, bahkan ia harus tidur dalam posisi duduk karena sulit bernapas.
Merasa ada yang tidak beres, Shafira memeriksakan diri ke rumah sakit. Hasil elektrokardiogram (EKG) mengejutkannya: fungsi jantungnya hanya tinggal 25 persen. Pemeriksaan lanjutan mengungkap bahwa ia mengalami peripartum cardiomyopathy (PPCM), sebuah kondisi melemahnya otot jantung yang terkait dengan kehamilan.
Selama lima hingga enam bulan, Shafira menjalani pengobatan dan bolak-balik ke rumah sakit. Perlahan kondisinya membaik hingga fungsi jantungnya mencapai 56 persen. Pada 2025, ia hamil lagi. Setelah berkonsultasi dengan tiga dokter jantung, kehamilannya diizinkan berlanjut hingga anak keduanya lahir. Usai persalinan, ia dan suami sepakat menjalani sterilisasi.
Apa Itu PPCM?
Dokter spesialis kebidanan dan kandungan, dr. Indra Tarigan, Sp.OG, menjelaskan bahwa PPCM adalah kondisi ketika otot jantung melemah sehingga kemampuan jantung memompa darah ke seluruh tubuh menurun. Kondisi ini dapat muncul di akhir kehamilan atau hingga sekitar lima bulan setelah persalinan.
“Nah penyebab pastinya sebenarnya belum diketahui, namun memang ada beberapa faktor yang bisa menjadi faktor pencetusnya, bisa satu faktor ataupun kombinasi biasanya,” ujarnya kepada kumparanMOM beberapa waktu lalu.
Faktor-faktor yang diduga memicu PPCM antara lain perubahan hormon selama kehamilan yang memengaruhi fungsi jantung, respons peradangan atau gangguan sistem imun, faktor genetik atau riwayat penyakit jantung keluarga, peningkatan beban kerja jantung akibat bertambahnya volume darah, usia ibu di atas 30 tahun, kehamilan kembar, hipertensi selama kehamilan termasuk preeklamsia, obesitas, serta riwayat PPCM pada kehamilan sebelumnya.
Meski tergolong jarang, PPCM merupakan kondisi serius yang membutuhkan penanganan segera karena dapat menyebabkan gagal jantung jika tidak terdeteksi sejak dini.
Gejala yang Perlu Diwaspadai
Gejala PPCM sering kali sulit dikenali karena mirip dengan keluhan umum setelah melahirkan. “Beberapa gejala dari PPCM ini memang mirip dengan keluhan normal setelah melahirkan biasa, sehingga kadang-kadang sering sekali dia terlambat untuk dikenali,” tegas dr. Indra.
Gejala yang perlu diwaspadai meliputi sesak napas, terutama saat berbaring atau beraktivitas ringan; mudah lelah berlebihan; jantung berdebar; bengkak pada kaki, pergelangan kaki, atau tungkai yang semakin berat; batuk yang tak kunjung membaik, terutama di malam hari; nyeri atau rasa tidak nyaman di dada; serta kenaikan berat badan cepat akibat penumpukan cairan.
Jika mengalami satu atau beberapa gejala tersebut, terutama bila keluhan semakin memburuk, ibu sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter. Diagnosis dan pengobatan yang lebih cepat dapat meningkatkan peluang pemulihan fungsi jantung.
Bolehkah Hamil Lagi Setelah PPCM?
Kehamilan berikutnya pada ibu yang pernah mengalami PPCM perlu dipertimbangkan dengan sangat hati-hati karena ada risiko kondisi tersebut kembali muncul. Jika fungsi jantung belum pulih sepenuhnya, kehamilan berikutnya dapat meningkatkan risiko kekambuhan PPCM dan menyebabkan gagal jantung yang lebih berat, bahkan mengancam keselamatan ibu. Sementara itu, ibu yang fungsi jantungnya telah kembali normal mungkin masih dapat menjalani kehamilan dengan pengawasan ketat dari dokter spesialis jantung dan dokter kandungan.
Sebelum merencanakan kehamilan berikutnya, ibu dengan riwayat PPCM sebaiknya menjalani pemeriksaan fungsi jantung, seperti ekokardiografi, memastikan kondisi jantung benar-benar stabil, serta mendiskusikan risiko selama kehamilan dan setelah persalinan dengan tim medis.
“Dan mendiskusikan risiko yang mungkin terjadi selama kehamilan dan setelah persalinan. Biasanya dengan perencanaan yang matang dan pemantauan yang baik, keputusan mengenai kehamilan berikutnya dapat disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing ibu,” pungkasnya.
Artikel Terkait
Irish Bella Umumkan Kehamilan Anak Pertama dengan Haldy Sabri, Cerita Perjuangan IVF
Irish Bella Umumkan Kehamilan Pertama, Buah Penantian Panjang bersama Haldy Sabri
Kakak Fadil Jaidi, Yislam, dan Istri Umumkan Kehamilan Anak Kedua
Vicky Prasetyo Akui Fangfang Hamil Anaknya, Bagikan Bukti Chat