PLN Pastikan Pasokan Batu Bara 84 Juta Ton untuk Jamin Listrik Aman Saat Lebaran

- Jumat, 06 Maret 2026 | 23:30 WIB
PLN Pastikan Pasokan Batu Bara 84 Juta Ton untuk Jamin Listrik Aman Saat Lebaran

Jaminan pasokan listrik jelang Lebaran datang dari PT PLN. Perusahaan pelat merah ini memastikan telah mengamankan pasokan batu bara hingga puluhan juta ton dari sejumlah pemasok utama. Targetnya, bahan bakar itu sudah tiba di pembangkit-pembangkit yang membutuhkan sebelum hari raya tiba.

Rizal Calvary, Direktur Manajemen Pembangkitan PLN, baru-baru ini blusukan ke dua PLTU besar di Jawa Tengah untuk memastikan kesiapan mereka. Kunjungan itu dilakukan Jumat lalu, tanggal 6 Maret 2026.

"Total seluruh yang akan dipasok adalah sekitar 82-84 juta metrik ton. Hari ini saya mengunjungi dua PLTU besar di Jawa Tengah, satunya PLTU Tanjung Jati B dan PLTU Batang,"

Ujar Rizal dalam keterangannya.

Dua pembangkit raksasa itu punya kapasitas yang tak main-main. Tanjung Jati B berkekuatan 4x660 MW, sementara PLTU Batang lebih besar lagi dengan 2x1000 MW.

Nah, soal pasokan yang 84 juta ton itu, Rizal bilang jumlahnya cukup untuk menjaga stok di beberapa pembangkit hingga akhir Agustus mendatang. Ia pun meyakinkan bahwa kondisi saat ini sudah aman.

Dengan kata lain, masyarakat tak perlu khawatir akan terjadi black out atau pemadaman listrik saat Lebaran nanti.

"HOP kedua PLTU di atas 10 HOP. Dengan akan adanya tambahan dari para pemasok utama, maka HOP keduanya akan segera naik signifikan ke depan,"

paparnya lebih lanjut.

Lalu, siapa saja pemasok utamanya? Sebelumnya Rizal menyebut ada delapan perusahaan yang akan menyuplai batu bara untuk menutupi defisit di sejumlah PLTU. Mereka adalah Adaro Indonesia, Arutmin Indonesia, Berau Coal, Kaltim Prima Coal, Kideko Jaya Agung, Multi Harapan Utama, Indominco Harapan Mandiri, dan tentu saja, Bukit Asam.

"Kami harapkan bahwa sebelum Lebaran, batu bara sudah bisa sampai ke seluruh pembangkit yang memerlukan, sehingga ancaman defisit ke depan bisa diatasi,"

harap Rizal.

Meski begitu, untuk mengawal operasi hingga akhir tahun 2026, ternyata masih dibutuhkan tambahan pasokan. Rizal menyebut angka sekitar 40 juta ton lagi masih diperlukan.

"DMO (Domestic Market Obligation) batu bara untuk PLN itu 84 (juta ton) ditambah 40 (juta ton) lagi. Itu khusus untuk PLN sepanjang tahun ini,"

katanya merinci.

Mengapa sempat muncul ancaman krisis pasokan? Rizal mengungkapkan beberapa faktor. Cuaca yang kurang bersahabat di awal tahun jadi salah satu penyebab. Di sisi lain, beberapa pemasok juga sempat menunggu kepastian aturan dari pemerintah sebelum melakukan pengiriman.

Kini, dengan komitmen yang sudah terjalin, harapannya semua berjalan mulus. Listrik tetap menyala, Lebaran pun tenang.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar