Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) tengah menyiapkan sistem peringatan dini kualitas udara atau Early Warning System (EWS) yang dirancang untuk memprediksi tingkat polusi secara lebih akurat. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya preventif dalam menghadapi pencemaran udara yang kerap memburuk di ibu kota.
“EWS kualitas udara ini kami siapkan sebagai instrumen pencegahan,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Dudi Gardesi. Menurutnya, dengan mengetahui potensi kondisi kualitas udara beberapa hari ke depan, pemerintah dapat memperkuat langkah mitigasi yang diperlukan. Pengembangan sistem ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang Pemprov DKI dalam mengurangi dampak pencemaran udara sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Dudi menambahkan, keberadaan sistem peringatan dini itu memberikan manfaat besar, terutama bagi kelompok masyarakat yang rentan terhadap dampak pencemaran udara. Kelompok tersebut mencakup anak-anak, lansia, ibu hamil, serta individu dengan riwayat penyakit pernapasan seperti asma dan gangguan paru-paru lainnya.
“Masyarakat memiliki waktu untuk menyesuaikan aktivitas dan melakukan langkah perlindungan diri sejak dini,” ujar Dudi. Ia berharap, ke depannya EWS kualitas udara dapat menjadi sumber informasi utama bagi warga Jakarta dalam memantau kondisi udara secara real time maupun prediktif.
Sementara itu, pengembangan sistem prakiraan kualitas udara ini dilakukan BMKG melalui pemanfaatan teknologi pemodelan kualitas udara berbasis spasial yang dikenal dengan nama Sistem Informasi dan Layanan Mahasiswa (SILAM) Urban. Teknologi ini memungkinkan pemetaan kondisi polusi udara secara lebih rinci dengan cakupan seluruh wilayah Jakarta yang terdiri dari 44 kecamatan. Bahkan, sistem tersebut mampu memberikan informasi hingga radius satu kilometer, sehingga data yang disajikan lebih spesifik dan relevan bagi masyarakat.
Koordinator Sub Bidang Informatif Gas Rumah Kaca BMKG, Albert C Nahas, menjelaskan bahwa informasi yang disediakan melalui SILAM Urban tidak terbatas pada prakiraan kualitas udara secara umum. Informasi yang dihasilkan mencakup enam jenis polutan utama, termasuk PM2.5. Melalui sistem ini, masyarakat dapat melihat peta kualitas udara per kecamatan di Jakarta, tren Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) hingga tiga hari ke depan, serta kondisi meteorologi.
“Termasuk peringkat kecamatan berdasarkan kualitas udara, hingga grafik konsentrasi polutan yang memudahkan pemantauan kualitas udara sehari-hari,” tutur Albert.
Artikel Terkait
Bupati Morowali Ciptakan Mesin Pemilah Sampah Otomatis untuk Atasi Limbah Kawasan Industri Bahodopi
Rusa di Taman Sriwedari Solo Ditemukan Mengais Sampah, Wakil Wali Kota Turun Tangan
Rusa di Taman Sriwedari Solo Ditemukan Mengais Sampah, Pemkot Turun Tangan Evaluasi Pengelolaan
Herdman Bawa Timnas Indonesia Kuasai Bola di Tiga Laga Perdana, Catat 70 Persen Lebih