Fitch Ratings Indonesia menaikkan Peringkat Nasional Jangka Panjang PT Bank Kasikorn Indonesia Tbk (KBank Indonesia) menjadi AA (idn) dari sebelumnya AA(idn). Outlook peringkat tersebut adalah Stabil. Sementara itu, Peringkat Nasional Jangka Pendek tetap di F1 (idn).
Manajemen KBank Indonesia menyatakan kenaikan peringkat ini mencerminkan pandangan Fitch mengenai meningkatnya kemungkinan dukungan dari pemegang saham pengendali. Hal ini didorong oleh semakin kuatnya keterkaitan reputasi antara KBank Indonesia dengan induknya, Kasikornbank Public Company Limited (KBank), yang memiliki kepemilikan 89,5 persen. Perubahan nama resmi dan proses rebranding anak perusahaan turut memperkuat keterkaitan tersebut. Sebelumnya, KBank Indonesia dikenal dengan nama PT Bank Maspion Indonesia Tbk.
Peringkat Nasional Jangka Panjang AA menunjukkan ekspektasi terhadap tingkat risiko gagal bayar yang sangat rendah dibandingkan dengan penerbit atau kewajiban lain dalam negara atau kawasan moneter yang sama. Risiko gagal bayar yang melekat hanya sedikit berbeda dibandingkan dengan penerbit atau instrumen dengan peringkat tertinggi di negara tersebut. Adapun Peringkat Nasional Jangka Pendek F1 menandakan kapasitas yang sangat kuat untuk memenuhi kewajiban keuangan secara tepat waktu. Dalam skala peringkat nasional Fitch, peringkat ini diberikan kepada entitas dengan risiko gagal bayar paling rendah. Apabila profil likuiditas dinilai sangat kuat, Fitch menambahkan simbol pada peringkat yang diberikan.
Manajemen KBank Indonesia mengungkapkan bahwa peringkat jangka panjang didukung oleh pandangan Fitch mengenai kemungkinan tinggi pemberian dukungan luar biasa dari KBank. Hal ini mencerminkan risiko reputasi yang tinggi jika KBank tidak memberikan dukungan tepat waktu kepada anak usahanya di Indonesia. Peringkat nasional KBank Indonesia dikaitkan dengan Viability Rating (VR) milik KBank, karena Fitch memperkirakan bahwa setiap bentuk dukungan kemungkinan besar berasal dari sumber daya internal grup. KBank dinilai memiliki kemampuan kuat untuk memberikan dukungan, mengingat profil kredit yang solid dan ukuran KBank Indonesia yang relatif kecil. Pada akhir 2025, aset dan ekuitas KBank Indonesia masing-masing hanya mencakup sekitar 0,9 persen dan 1,8 persen dari total aset dan ekuitas konsolidasian KBank.
Fitch berpendapat komitmen KBank untuk mendukung KBank Indonesia telah meningkat seiring proses rebranding menggunakan nama KBank. Hal ini diperkuat oleh integrasi operasional dan kepemilikan saham yang semakin erat antara induk dan anak perusahaan. Meskipun demikian, kontribusi keuangan KBank Indonesia terhadap grup masih relatif kecil. Profil kredit independen KBank Indonesia bukan faktor utama pendorong peringkat, mengingat waralaba bank di pasar domestik masih kecil, dengan pangsa pasar sekitar 0,2 persen dari total aset sistem perbankan nasional.
Artikel Terkait
Fitch Pertahankan Peringkat DCII di AA-(idn), Prospek Stabil
Rupiah Terus Melemah, Sentuh Rp18.065 per Dolar AS dalam Sepekan
Rupiah Terperosok ke Rp18.000-an, Tertekan Sentimen Domestik dan Global