Ayah Lula Lahfah Ungkap Kabar Duka dari Asisten, Bukan dari Putrinya Sendiri

- Sabtu, 24 Januari 2026 | 20:40 WIB
Ayah Lula Lahfah Ungkap Kabar Duka dari Asisten, Bukan dari Putrinya Sendiri

JAKARTA – Duka menyelimuti keluarga selebgram Lula Lahfah. Kabar meninggalnya putri mereka itu datang begitu tiba-tiba, dan justru disampaikan oleh orang yang tak terduga. Feroz Marikar, ayah almarhumah, mengaku syok berat. Ia mengetahui putrinya telah wafat dari asisten rumah tangga yang ada di apartemen Lula, bukan dari sumber pertama.

“Lula gak pernah cerita apa-apa. Mengenai sakitnya dia juga gak pernah cerita. Saya tau dari orang-orang terdekatnya, ya pembantu sama asisten,” ujar Feroz.

Menurut penuturannya, Lula dikenal sebagai pribadi yang sangat tertutup soal kondisi kesehatannya. Bahkan kepada sang ayah sendiri, ia tak pernah mengeluh atau bercerita jika sedang tidak enak badan. Semuanya ia pendam sendiri.

Komunikasi terakhir mereka pun berjalan normal, tanpa ada tanda-tanda yang mengkhawatirkan. Feroz tinggal berjauhan dengan putrinya, jadi cara ia memastikan Lula baik-baik saja cukup sederhana: lewat chat WhatsApp.

“Saya biasa tanya ‘Lula lagi ngapain?’. Saya karena jauh kan ya, jadi saya dengar dia nyaut WA saya ya berarti dia baik-baik aja. Selama ini selalu gitu, aku gak pernah nanya yang lain-lain,” kenangnya.

Namun begitu, semua normalitas itu pupus pada Jumat malam, 23 Januari 2026. Itulah saat kabar duka itu akhirnya sampai kepadanya.

Sebelum konfirmasi resmi dari keluarga, kabar meninggalnya Lula sudah lebih dulu ramai di media sosial. Kolom komentar di akun Instagramnya dipenuhi ucapan belasungkawa dari sesama selebriti dan warganet yang tak percaya. Situasi itu kemudian memicu berbagai spekulasi liar tentang apa yang sebenarnya terjadi.

Memang, di awal Januari lalu, Lula sempat membagikan bahwa ia harus menjalani perawatan di rumah sakit saat tahun baru. Ia menyebut sejumlah penyakit yang ia derita di kolom komentar: GERD, infeksi saluran kemih, radang usus, sampai batu ginjal. Postingan itu kini terasa seperti petunjuk samar.

Di sisi lain, keluarga memilih untuk tidak ikut berspekulasi. Mereka enggan berkomentar lebih jauh soal penyebab pasti kematian Lula. Penegasan mereka sederhana: penyakit yang diderita Lula kambuh, dan itulah yang akhirnya merenggut nyawanya. Untuk sekarang, yang tersisa hanya kenangan dan rasa kehilangan yang dalam.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar