Polisi berhasil mengungkap kasus tewasnya seorang pria berinisial DM yang menjadi korban pengeroyokan dan pelemparan dari lantai dua Pasar Grogol, Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Perkembangan terbaru menunjukkan bahwa aparat telah menangkap tiga orang yang diduga sebagai pelaku dalam insiden nahas tersebut.
"Kami baru saja berhasil mengamankan para pelaku pengeroyokan yang mengakibatkan korban meninggal dunia, yang terjadi di Weston Grogol pada 10 Mei lalu," ujar Kanit Reskrim Grogol Petamburan, AKP Alexander Tengbunan, dalam keterangannya pada Kamis (11/6/2026).
Ketiga tersangka yang diamankan masing-masing berinisial NA, AE, dan MLS. Dua di antaranya masih berstatus anak di bawah umur, sementara satu pelaku lainnya sudah dewasa. Para pelaku ditangkap di lokasi yang berbeda, yakni di wilayah Jakarta Barat dan Rangkasbitung, Banten. Menariknya, salah satu dari ketiga pelaku tersebut diserahkan langsung oleh keluarganya kepada pihak kepolisian.
Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti untuk memperkuat proses hukum. "Barang bukti yang berhasil kami amankan di antaranya adalah rekaman kamera pengawas (CCTV) di lokasi kejadian, serta pakaian yang dikenakan para pelaku saat peristiwa itu terjadi," jelas Alexander.
Atas perbuatannya, ketiga tersangka dijerat dengan Pasal 262 KUHPidana ayat 4 tentang pengeroyokan yang mengakibatkan korban meninggal dunia.
Sebelumnya, DM (29) ditemukan tewas setelah diduga dikeroyok oleh sekelompok orang di sebuah tempat biliar di kawasan Grogol Petamburan. Korban sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong. Kakak korban, Mita, menuturkan bahwa saat kejadian, adiknya sedang bermain biliar bersama pacarnya. Situasi memanas ketika pacar korban terlibat cekcok dengan wanita lain, dan DM berusaha melerai pertengkaran tersebut. Namun, upaya damai itu justru berujung petaka.
"Nah dia tuh ngebelain, ngebelain atau misahin gitu, terus udah tiba-tiba dia digebukin, dikeroyok sama lebih dari 15 orang," kata Mita saat dikonfirmasi.
Akibat pengeroyokan itu, korban langsung terkapar tak berdaya. Ia segera dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis. Mita menambahkan bahwa korban mengalami sejumlah luka memar di sekujur tubuh hingga pendarahan. Meskipun sempat menjalani perawatan intensif dalam kondisi koma, DM akhirnya mengembuskan napas terakhir pada Kamis (14/5) di RS Tarakan.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Instruksikan Percepatan Transisi dari LPG ke CNG Demi Ketahanan Energi Nasional
Tiga Pelaut India Tewas dalam Serangan AS di Dekat Selat Hormuz, Pemerintah India Protes Keras
DPR Tolak Tambahan Anggaran Rp5 Triliun untuk Kemenimipas 2027, Sebut Tak Sejalan dengan Efisiensi Prabowo
Serangan Israel di Lebanon Lukai 10 Staf Rumah Sakit, Target Meluas hingga Jauh dari Perbatasan