Suasana di Istana Merdeka, Kamis siang itu, terasa berbeda. Ruangan yang biasanya penuh dengan kesibukan diplomatik, kali ini diisi oleh keheningan yang haru. Presiden Prabowo Subianto berdiri di hadapan para kiai dan tokoh masyarakat Islam, dan di saat-saat tertentu, suaranya tak lagi terdengar mantap. Ia berusaha menahan sesuatu.
Acara silaturahmi itu sendiri menghadirkan 121 tokoh dari berbagai penjuru daerah. Mereka berkumpul, namun fokus utama sore itu bukanlah politik. Perhatian semua orang tertuju pada sebuah layar yang menayangkan video dokumentasi. Tampak di sana, bantuan dari Indonesia akhirnya tiba dan diterima oleh warga Palestina. Gambar-gambar itulah yang rupanya menyentuh sisi paling dalam sang Presiden.
Prabowo pun mulai bicara. Suaranya bergetar sejak awal, penuh dengan beban rasa syukur yang dalam. Ia menyampaikan apresiasinya yang tak terhingga kepada Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Menurutnya, lembaga itu telah menjadi simbol nyata kepedulian bangsa.
"Luar biasa, terima kasih Baznas. Anda mewakili bangsa Indonesia, Anda mewakili umat Islam di Indonesia," ujar Prabowo.
Ia menegaskan, bantuan yang dikumpulkan dan dikirim itu bukan sekadar angka atau barang. Bantuan itu benar-benar mendarat, dirasakan, dan menjadi penopang bagi saudara-saudara di Palestina yang hidup dalam kesulitan yang sulit kita bayangkan.
Artikel Terkait
Pemerintah Siapkan Stimulus Rp191 Triliun untuk Dongkrak Ekonomi Jelang Lebaran 2026
Selebgram Nabilah OBrien Ajukan Praperadilan Usai Ditahan Polisi Soal Dugaan Pencemaran Nama Baik
Pemerintah Siapkan Opsi Kenaikan BBM Subsidi Jika Harga Minyak Terus Melambung
Pemerintah Siapkan Opsi Kenaikan Harga BBM Subsidi Jika Tekanan Defisit Memburuk